Ilustrasi bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur

Medan - Rencana pengoperasian bandara Halim Perdanakusuma untuk penerbangan berjadwal (schedule) atau komersial, direncanakan mulai dilakukan sebulan setelah penerbangan haji dilakukan atau pada November 2013.

Corporate Secretary PT Angkasa Pura II Wasfan Widodo menuturkan antara penerbangan haji dan penerbangan komersial belum bisa dilakukan bersamaan mengingat keterbatasan bandara Halim.

"Kita sekarang masih mengejar untuk penerbangan haji saja, karena kalau penerbangan haji tidak memerlukan terminal penumpang, mereka sudah diproses di asrama haji semuanya, kemudian ke Halim langsung naik ke pesawat. Tetapi untuk jamaah haji embarkasi Lampung yang harus transit akan disediakan terminal penumpang khusus dan itu yang kita kejar untuk selesaikan," katanya di Medan, Kamis (11/7).

Selanjutnya untuk slot time, Wasfan menjelaskan, otoritas akan memberikan hanya 21 flight. Dari total slot, 20 persen diperuntukkan bagi maskapai tidak berjadwal dan 80 persen diperuntukkan bagi maskapai berjadwal.

Selama ini bandara tersebut hanya dioperasikan untuk penerbangan tidak berjadwal atau maskapai-maskapai carter saja. Tetapi seiring dengan mulai padatnya bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, maka Halin pun akan dioperasikan kembali.

Pengoperasian kembali Halim Perdanakusuma telah diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan (KP) Nomor 369 Tahun 2013, tentang Pengoperasian Bandara Halim Perdanakusuma yang memerintahkan PT AP II untuk kembali mengoperasikan bandara Halim.

"Pengoperasian bandara Halim karena pemerintah akan mengoptimalkan Halim dan mengurangi kepadatan penumpang di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng," pungkasnya.

Adapun maskapai-maskapai yang akan memakai bandara tersebut, Wasfan mengatakan, nanti akan diatur oleh Kementerian Perhubungan.

"Sebenarnya sudah banyak maskapai yang ingin terbang ke Halim, tetapi itu adalah kewenangannya Kemhub. Ada Batik Air juga yang meminta untuk pemindahan base-nya tapi bukan di kami keputusannya," ucapnya.

Investor Daily

Penulis: KEY/WBP

Sumber:Investor Daily