Koperasi, Dibutuhkan tapi Kurang Dukungan (2-habis)

Koperasi, Dibutuhkan tapi Kurang Dukungan (2-habis)
Ilustrasi koperasi ( Foto: Istimewa )
Ajeng Quamila/Aisya Putrianti / HA Sabtu, 13 Juli 2013 | 04:17 WIB

Entitas Bisnis Mandiri

Menurut Revrisond, tidak menutup kemungkinan bahwa koperasi di Indonesia bisa berdiri sendiri tanpa campur tangan perusahaan induk.

“Banyak kok koperasi mandiri di negara-negara lain, seperti di Jepang dan Amerika. Bahkan, Bank Koperasi di Perancis termasuk yang terbesar ke-tiga di Eropa,” ujarnya.

Salah satu contoh koperasi mandiri yang sukses di Indonesia adalah Koperasi Perikanan Pantai Madani (KPPM). Berlokasi di wilayah pesisir Pulau Bengkalis, Koperasi yang didirikan pada 6 September 1999 ini berkembang atas motivasi utama untuk menyejahterakan masyarakat terutama masyarakat pesisir yang mayoritas adalah nelayan. Atas pemikiran itu, masyarakat menganggap koperasi merupakan pilihan paling tepat dalam membangun ketahanan ekonomi di daerah tempat tinggal mereka.

Contoh koperasi non karyawan lain yang sukses adalah Kopersi Peternakan Bandung Selatan disingkat KPBS yang terletak di daerah Pangalengan. Sejak zaman kolonial, di Pangalengan sudah terkenal beberapa peternakan sapi perah yang dikelola oleh perusahaan Belanda. Perusahaan-perusahaan tersebut kemudian mendirikan BMC (Bandungche Melk Center) untuk memasarkan hasil produksinya.

Pada 1 April 1969 KPBS Pangalengan disahkan menjadi Badan Hukum sekaligus sebagai hari jadinya. Sejak itu KPBS Pangalengan mendapat pembinaan dari Pemerintah Kabupaten DT II Bandung, Gubernur Jawa Barat, Dirjen Peternakan, dan bahkan mendapat bantuan dari UNICEF.

Perjalanan KPBS terus berkembang dan menanjak seiring dengan jumlah peternak yang semakin banyak dengan didirikannya Milk Treatment (MI) Goha di wilayah timur pada 1998.

Tujuan berdirinya MI untuk mengantisipasi kerusakan susu segar dari para peternak sapi di wilayah timur akibat perjalanan jauh yang ditempuh. Kerusakan bisa disebabkan jalan rusak dan berdebu sehingga menyebabkan terkontaminasinya susu segar oleh mikroorganisme dari tangki.

Jegal Hambatan

Ledakan impor berbagai produk murah asal Cina adalah salah satu faktor yang menghambat laju pertumbuhan koperasi Indonesia saat ini. Namun, Revrisond menilai, para pelaku koperasi perlu meningkatkan daya saingnya untuk beradaptasi terhadap arus perdagangan bebas.

Hal serupa juga pernah disampaikan oleh Adi Sasono, mantan Menteri Koperasi dan UKM era BJ Habibie, bahwa kehadiran pemilik modal asing untuk mengembangkan usahanya di Indonesia merupakan langkah pemerintah yang keliru. Mereka akan merajai arus perekonomian dan menyingkirkan usaha – usaha kecil menengah.

Kedua pakar ekonomi ini mengatakan, koperasi harus mengubah pola pikir “yang penting untung” menjadi pola pikir yang kreatif dan inovatif.

“Dengan begitu, koperasi juga dapat membantu luruskan nilai – nilai keadilan dan menghapuskan individualisme,” tegas Revisond.

Hambatan lain berasal dari internal koperasi itu sendiri. Biasanya banyak terjadi penyalahgunaan koperasi sebagai kendaraan sosial politik. Pada akhirnya tujuan koperasi yang sebenarnya tidak tercapai, melainkan untuk keuntungan politis kelompok tertentu. Bahkan, ada juga jabatan pengurus koperasi dirangkap dengan jabatan lain seperti birokratis dan politis yang akhirnya menyebabkan konflik peran. Pengaruh eksternal juga patut dicermati, seperti adanya ambiguitas kebijakan pemerintah dalam pengembangan koperasi.

Dalam rangka memaknai peringatan Hari Koperasi yang jatuh tepat hari ini, para pelaku koperasi ditantang untuk mampu bersikap reaktif dan antisipatif menghadapi segala hambatan. Koperasi harus mampu menjadi alternatif yang lebih baik dari lembaga lain.

Artinya, keberadaan koperasi masih sangat penting meski jaman telah berganti. koperasi dituntut untuk menempatkan anggotanyasebagai pelaku aktif dalam proses produksi dan distribusi dapat memenuhi suarat-syarat penghematan biaya, pemanfaatan modal, spesialisasi, keorganisasian, fleksibilitas dan pemekaran kesempatan kerja.

Menurut Indra, untuk kembali mengangkat peranan koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat sekaligus bagian dari tatanan ekonomi nasional, para pengurus koperasi harus segera berbenah diri. Pertama, pengurus koperasi harus tahu betul kebutuhan kolektif para anggotanya dan mampu memenuhi kebutuhan tersebut.

Kedua, biaya transaksi antara koperasi dengan anggota ditetapkan sedemikian rupa agar biaya tersebut lebih rendah dari biaya transaksi yang dibebankan oleh lembaga non-koperasi. Ketiga, kualitas para pengurus dan anggota hendaknya dipilih yang bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
Keempat, membagi koperasi ke beberapa sektor, yaitu koperasi yang bergerak di bagian produksi, koperasi konsumen, serta koperasi kredit dan jasa keuangan. Kelima, mulai dari pengurus, anggota, hingga pemerintah harus memahami betul apa itu koperasi dan tujuan dasarnya agar kegiatan berjalan pada jalurnya. Keenam, adanya sinergi kegiatan koperasi dengan aktifitas usaha para anggota.

Dan yang terakhir, koperasi produksi harus menetapkan strategi yang sesuai dengan tantangan era modern ini agar mampu bertahan.

CLOSE