Ilustrasi mobil murah

Bandung - Pemerintah, melalui Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) No 33 Tahun 2013 akhirnya menerbitkan aturan petunjuk teknis (Juknis) tentang program mobil ramah lingkungan hemat energi.

Peraturan tersebut akan mengatur pengembangan produksi kendaraan bermotor roda empat yang hemat energi serta memiliki harga terjangkau.

"Permenperin LCGC ini disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM pada 5 Juli 2013. Setelah ditandatangani oleh Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat pada 1 Juli 2013," kata Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sebelum Forum Bisnis Safari Ramadhan di Bandung, Sabtu (13/7).

Dengan diterbitkannya aturan tersebut, pabrikan mobil mulai bisa mengajukan proposal program LCGC-nya ke pemerintah. Proposal itu merupakan dokumen aplikasi untuk mengajukan pemanfaatan diskon PPnBM yang diberikan pemerintah. Yakni, sebagai insentif sebagai keikutsertaan dalam program LCGC.

LCGC merupakan salah satu program pemerintah untuk mengembangkan industri otomotif di dalam negeri. Yakni, yang memanfaatkan energi alternatif dan hemat energi, dan dengan harga terjangkau.

Salah satu aspek yang diatur di dalam Permenperin tersebut adalah patokan basis harga off road LCGC. Yakni, Rp 95 juta per unit belum termasuk pajak lainnya, seperti pajak daerah, Bea Balik Nama, dan Pajak Kendaraan Bermotor.

"Harga juga akan dipengaruhi modifikasi dan aplikasi teknologi yang digunakan mobil tersebut. Yakni, untuk safety dan transmisi. Inti dari program ini adalah untuk pengembangan teknologi di sektor otomotif nasional. Karena itu, akan ada juga persyaratan lokalisasi produksi komponen yang harus dipenuhi," kata Budi.

Investor Daily

Penulis: Damiana Ningsih Simanjuntak

Sumber:Investor Daily