Ilustrasi nilai tukar dolar terhadap rupiah

Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta masyarakat tidak panik menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi akhir-akhir ini.

Pada Senin (29/7), nilai tukar rupiah di pasar spot mencapai Rp 10.280 per dolar Amerika Serikat.

Presiden menyatakan, saat ini pemerintah dan Bank Indonesia (BI) terus berkoordinasi untuk melakukan langkah-langkah tepat yang dapat meredam pelemahan rupiah.

“Jangan panik. BI dan pemerintah terus bekerja untuk mengatasi pelemahan nilai tukar rupiah,” kata Presiden saat memimpin rapat paripurna Kabinet Indonesia Bersatu II di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (29/7).

Rapat yang juga dihadiri Wapres Boediono, seluruh jajaran menteri KIB, Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Komite Ekonomi Nasional (KEN), dan Komite Inovasi Nasional (KIN) khusus membahas tentang RAPBN 2014 dan Nota Keuangan Tahun 2014.

Pada kesempatan itu, Presiden secara eksplisit menyatakan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terkait erat dengan sejumlah persoalan internal, di antaranya, menyangkut neraca pembayaran dan impor yang melampaui ekspor sehingga meningkatkan kebutuhan dolar Amerika Serikat.

Selain itu, lanjutnya, faktor psikologi, kebijakan kuantitatif pemerintah Amerika Serikat (AS), dan lainnya sebagai implikasi kemerosotan nilai tukar rupiah.

“Dibandingkan negara lain, ada yang lebih buruk. Tetapi tentu ini tidak bisa kita biarkan. Kita harus lakukan segala sesuatunya. BI dan pemerintah sedang bekerja, dengan demikian tidak perlu panik,” kata Presiden.

Investor Daily

Penulis: Nov/WBP

Sumber:Investor Daily