Pengendara sepeda motor antre mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi

Jakarta - PT Pertamina menargetkan alat pemantau konsumsi BBM bersubsidi (Radio Frequency Identification/RFID) dapat beroperasi pada September mendatang.

Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya, mengatakan pada September itu RFID sudah terpasang di seluruh kendaraan maupun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

"Setelah Lebaran ini kami fullspeed. Untuk pemasangan di 274 SPBU di wilayah Jakarta, Agustus ini selesai," kata Hanung di Jakarta, Senin (12/08).

Hanung menuturkan prioritas saat ini memasang perangat RFID untuk seluruh kendaraan dinas di Kementerian maupun lembaga negara. Sedangkan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum bisa memasang perangkat RFID dengan mendatangi SPBU. Namun dia menyebut belum seluruh SPBU bisa melayani pemasangan tersebut.

"Dibeberapa SPBU sudah bisa dipasang. Nanti kami umumkan lokasi mana saja yang bisa dan pemasangan ini gratis," jelasnya.

RFID akan membaca data kendaraan dan mencatat jumlah transaksi pembelian BBM subsidi. Proses pencatatan itu dimulai ketika nozzle (kepala selang pompa) dalam posisi mengisi tangki kendaraan.

Chip pada nozzle dan chip di mulut tangki akan terkoneksi otomatis, ketika BBM subsidi digelontorkan semua data terekam. Kendaraan tanpa RFID tidak bisa dibaca oleh nozzle sehingga tidak mengeluarkan BBM. Petugas SPBU akan mempersilahkan pemilik kendaraan tersebut mengisi di dispenser BBM non subsidi.

 

Penulis: Rangga Prakoso/FER