Seorang petugas menghitung mata uang dolar di tempat penukaran mata uang asing Masayu Agung di kawasan Kwitang, Jakarta, Selasa (20/8). SP/Joanito De Saojoao.

Jakarta - Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan pemerintah sedang menyiapkan paket kebijakan yang bertujuan untuk menjaga kestabilan perekonomian domestik di tengah situasi perekonomian dunia yang masih belum pulih ditambah nilai tukar rupiah terus melemah.

Dia menjelaskan paket kebijakan tersebut dipersiapkan secara matang dan tidak setengah setengah. Chatib mengatakan paket kebijakan ini sedang dalam proses finalisasi. " Jumat minggu ini akan dikeluarkan paket kebijakan untuk mengantisipasi terjadinya krisis perekonomian," ujar dia saat ditemui usai Rapat Kerja Dengan Badan Anggaran DPR" di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (21/8).

Dia mengatakan bentuk paket yang tengah disiapkan pemerintah adalah paket yang bisa menjaga stabilitas keuangan agar pasar atau market bisa rebound di sisi lain paket tersebut harus bisa menjaga pertumbuhan ekonomi terutama dalam hal menjaga daya beli masyarakat.

Menurut Chatib dalam pidato nota keuangan 2014 yang disampaikan Presiden SBY, perekonomian dunia sedang tidak bersahabat karena Amerika Serikat masih melakukan pengetatan Quantitative Easing sehingga berdampak pada pelemahan nilai tukar mata uang. Pelemahan kurs atau nilai tukar tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi negara lain seperti India juga mengalami pelemahan kurs.

Chatib menjelaskan dalam paket kebijakan tersebut pemerintah menerapkan keep and buying strategy sehingga bisa menjaga kestabilan rupiah.

Dia mengatakan dalam paket kebijakan yang akan diumumkan pada hari Jumat mendatang, pemerintah juga mempertimbangkan untuk menekan defisit transaksi berjalan, salah satu penyebab terjadinya defisit adalah ekspor melemah karena harga komoditas turun sedangkan impor relatif tinggi.

" Defisit transaksi berjalan kita cukup besar di triwulan II sebesar US$ 9,8 miliar, paket kebijakan yang akan disiapkan juga berfungsi menekan defisit dalam transaksi berjalan," ungkap dia

Chatib juga menambahkan dalam paket kebijakan juga diatur Bond Stabilization Fund (BSF). Menurut Chatib dalam BSF, OJK akan mengizinkan buy back tanpa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

" Lebih detail hari Jumat, semua paket kebijakan akan dikeluarkan," ujar dia.

Investor Daily

Penulis: DHO/FMB

Sumber:Investor Daily