Pengendara sepeda motor antre mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi

Jakarta - Wakil Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan pemerintah belum berencana untuk menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada tahun depan. Menurutnya skenario tentang kenaikan harga BBM masih belum dibicarakan.

Dia mengatakan tahun depan pemerintah lebih fokus untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,4 persen. Menurutnya kenaikan harga BBM sudah dilakukan pada tahun ini sehingga rencana tentang kenaikan harga BBM tahun depan masih belum dibahas.

"Belum ada pembahasan soal rencana kenaikan harga BBM, pemerintah fokus untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,4 persen tahun depan," ujar dia saat ditemui di Kantornya, Gedung Bappenas, Jakarta, Jumat (6/9).

Lukita mengatakan tahun depan juga merupakan tahun politik dimana pada tahun politik Indonesia mempunyai presiden yang baru. Menurut dia semua kebijakan perekonomian tergantung kepada presiden yang baru termasuk menaikan harga BBM.

" Tahun depan juga merupakan tahun politik, jadi semua kebijakan tergantung presiden yang baru bisa saja presiden baru menaikan harga BBM bisa juga tidak," ujar dia

Dia mengatakan agar momentum perekonomian bisa tetap stabil tahun depan dan mencapai 6,4 persen, maka pemerintah akan menjaga konsumsi masyarakat dengan menjaga daya beli masyarakat. Menurut dia cara menjaga daya beli adalah dengan menjaga inflasi.

Lukita menjelaskan menjaga inflasi dapat dilakukan dengan cara menciptakan ketahanan pangan serta menjaga ketersediaan pangan dalam kondisi yang memadai.

Investor Daily

Penulis: DHO/FMB

Sumber:Investor Daily