Lippo Group Luncurkan Layanan Saluran Televisi Berbayar BigTV

Lippo Group Luncurkan Layanan Saluran Televisi Berbayar BigTV
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) Linda Amaliasari Gumelar (tengah) bersama Ki-ka: Direktur Utama Kompas TV Bimo Setyawan, Manajer klub Sepak Bola Belanda Ruud Gullit, Presiden Lippo Group Theo L Sambuaga, Duta Besar Jepang untuk indonesia Yoshinori Katori, COO Mitsui & Co (Asia PAcific) PTE Ltd Takashi Yamauchi, CEO Lippo Group James T Riady, CEO JCSat Shinji Takada, CEO BigTV Felix Ali Chendra saat peluncuran BIGTV di Jakarta, Senin (9/9). Lippo Group meluncurkan BIGTV, penyedia TV satelit berbayar dengan 132 saluran standar definition (SD) dan 16 saluran high definition (HD) yang disiarkan secara nasional. ( Foto: BeritaSatu.com )
Senin, 9 September 2013 | 09:51 WIB

Jakarta - Lippo Group meluncurkan televisi satelit berbayar terbesar di Indonesia, BigTV. Menyuguhkan 148 saluran yang terdiri dari 132 saluran standard definition (SD) dan 16 saluran high definition (HD), BigTV menjadi televisi satelit berbayar terbesar di Indonesia yang menyediakan saluran HD terbanyak di Tanah Air.

Untuk menghadirkan BigTV kepada masyarakat Indonesia, Lippo Group mengeluarkan investasi lebih dari US$ 300 juta. "Menggunakan teknologi mutakhir, BigTV memberikan pengalaman hiburan all in one terbaik. Kami siap memberikan hanya pelayanan hiburan yang premium," ujar CEO BigTV, Felix Ali Chendra dalam acara peluncuran di Hotel Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Senin (9/9).

Turut hadir dalam peluncuran BigTV sejumlah pejabat publik, seperti Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Gumelar, Duta Besar Belanda, dan Duta Besar Jepang. Selain itu, dalam acara ini juga dihadirkan secara khusus legenda hidup sepakbola Belanda, Ruud Gullit. Pria yang berjaya di dekade 1990-an ini mengakhiri kariernya di Premier League.

BigTV ditargetkan menyiarkan secara langsung pertandingan-pertandingan sepakbola dari negeri Ratu Elizabeth dan sejumlah pertandingan di liga-liga Eropa lainnya.

Felix menjelaskan, BigTV yang beroperasi mulai bulan ini akan menggunakan satelit Lippo Star 1 (KU Band MPEG4) yang diluncurkan tahun lalu di French Guiana. Dilengkapi 12 transponder yang keseluruhannya mencakup Indonesia, membuat Lippo Star 1 menjadi satelit dengan jumlah transponder terbanyak di Indonesia. Hal ini memungkinkan BigTV menyiarkan lebih banyak saluran televisi, baik SD maupun HD. Bahkan, dengan dukungan 12 transponder tersebut, BigTV mampu melayani hingga 20 juta pelanggan. "Investasi lebih dari US$ 300juta salah satunya digunakan untuk satelit ini," imbuh Felix.

Felix optimistis BigTV akan diterima oleh pasar. Sebab, menurut data Media Partners Asia tahun 2012, layanan televisi berbayar hanya mencakup 4,6 persen dari jumlah potensi rumah tangga dengan televisi di Indonesia yang mencapai 40 juta.

“Pasar televisi berbayar di Indonesia sangatlah menjanjikan dan kehadiran kami di sini untuk mengembangkan pasar tersebut. Dengan pengalaman kami lebih dari 15 tahun di industri media dan telekomunikasi, ditambah dengan komitmen kami untuk menyajikan hanya program hiburan terbaik, kami yakin akan mampu meraih lebih dari tiga juta pelanggan dalam lima tahun mendatang," ujarnya.

Felix menambahkan, kehadiran BigTV di pasar akan membuka kesempatan sekaligus peluang yang lebih besar bagi masyarakat Indonesia untuk mengakses berbagai informasi. BigTV menawarkan beragam saluran dan program ternama bagi konsumen di Indonesia dari genre yang berbeda, termasuk saluran hiburan, gaya hidup, pendidikan, anak-anak, olahraga, musik, film, dan berita.

BigTV juga menghadirkan skema pembayaran prabayar dan berlangganan. "Di masa mendatang, BigTV berencana menyiarkan lebih banyak saluran lagi kepada para konsumen dengan kualitas gambar serta pelayanan yang lebih baik," janji Felix.

Presiden Lippo Group Theo L Sambuaga menyatakan, kehadiran BigTV menunjukkan komitmen Lippo Group untuk mendukung perkembangan Indonesia. Dengan adanya BigTV, akses masyarakat kepada informasi semakin terbuka.

"Dengan dukungan satelit yang modern, BigTV akan menjangkau seluruh penjuru Nusantara. Ini akan memudahkan akses masyarakat kepada informasi," tutur Theo.

Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE