Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar resmi ditahan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (3/10). BeritaSatu Photo/SP-Ruht Semiono

Kuta- Menko Perekonomian Hatta Rajasa menilai tertangkapnya Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyusul dugaan suap, telah memberikan persepsi buruk bagi Indonesia di mata internasional.

Pasalnya, MK merupakan lembaga hukum tertinggi dan menjadi harapan rakyat untuk mencari keadilan.

"Secara langsung tidak ada kaitannya dengan dunia usaha tapi itu beri persepsi buruk bagi Indonesia," tegas Hatta seusai meresmikan Unthinkable Week 2013 dan forum pembiayaan wirausaha pemuda dan pengembangan ekspor, Jumat (4/10).

Menurut Hatta, tertangkapnya Ketua MK menimbulkan semacam distrust atau kehilangan kepercayaan terhadap lembaga peradilan. Kondisi ini tidak mudah memulihkannya.

Ketua MK Akil Mochtar ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK usai menerima uang suap pengurusan sengketa pilkada di Gunung Mas, Kalimantan Tengah dan Lebak, Banten.

Akil menerima Rp 3 miliar untuk pengurusan sengketa pilkada Gunung Mas dan Rp1 miliar untuk sengketa pilkada Lebak, Banten,

Untuk kasus sengketa pengurusan pilkada Gunung Mas, Akil disangkakan melanggar pasal 12 huruf c Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP atau pasal 6 Undang-Undang tipikor jo pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP

Sementara untuk kasus terkait pilkada Lebak, Banten, Akil dijerat dengan pasal 12 huruf C Undang-Undang No.31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat1 kesatu KUHP atau pasal 6 ayat 2 Undang-Undang Tipikor jo Pasal 55 ayat1 kesatu KUHP.

Lihat Juga Video Pakar Hukum Pidana: Hukuman Koruptor Harus Berat

Investor Daily

Penulis: EF/WBP

Sumber:Investor Daily