Nobu Bank.

Jakarta - PT Bank Nationalnobu Tbk (Bank Nobu) menargetkan pada tahun 2014 esok, Bank Nobu sudah ada di seluruh provinsi di Indonesia.

"Di akhir tahun ini kami harap bisa ada di 20-22 provinsi. Di 2014 kami akan ajukan rencana bisnis bank supaya tahun depan bisa di 33 provinsi," ujar Direktur Utama Bank Nobu Suhaimin Djohan dalam "public expose" di Jakarta, Jumat (6/12).

Pada pekan depan, sebagai bagian dari ekspansi, pihaknya akan membuka kantor cabang hingga mencapai 70 kantor antara lain di Kendari, Pangkal Pinang, Ambon, Samarinda dan Gorontalo. Hingga kuartal III 2013, Bank Nobu sendiri sudah memiliki 60 kantor di 18 provinsi.

"Diharapkan tahun depan sudah ada 100 kantor yang mayoritasnya sekitar 20% berada di Indonesia Timur termasuk Kalimantan," tambahnya seraya menambahkan untuk penambahan satu kantor di Jakarta dibutuhkan investasi Rp 40 miliar dan Rp 8 miliar di luar Pulau Jawa.

Bank Nobu pada tahun depan, lanjut Suhaimin, juga akan mengagresifkan e-money. Adapun, saat ini e-money baru dipakai dil lingkungan Universitas Pelita Harapan. Namun, ke depannya akan lebih diarahkan ke lifestyle untuk pembayaran mikro di sektor ritel.

"Pertengahan tahun ini sudah dapat izinnya. Pilot project e-money ada di Jawa," katanya.

Terkait besaran capex 2014, menurut Suhaimin akan ditekan seefisien mungkin. Dirinya pun enggan menyebutkan berapa kisaran.

Sementara untuk kinerja di 2014, Bank Nobu menargetkan kredit bisa tumbuh diatas industri yakni di kisaran Rp 2 triliun dengan dana pihak ketiga (DPK) ada diatas Rp 3,5 triliun.

Pada tahun ini pihaknya menargetkan bisa menyalurkan kredit sebesar Rp 1,2 triliun. Jumlah tersebut melonjak sampai 150% dibanding posisi kredit pada akhir 2012 yang tercatat Rp 413,5 miliar.

Per kuartal III 2013, Bank Nobu usai IPO memiliki rasio kecukupan modal (CAR) di 106,25%. Penyaluran dana mencapai Rp 868 miliar atau tumbuh 111% ytd atau 256% yoy dengan non performing loan (NPL) 0%. Penghimpunan DPK ada di Rp 1,95 triliun atau tumbuh. 105% ytd atau 259% yoy.

Bank Nobu merupakan bank yang lebih banyak menyalurkan kredit ke sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) dan ritel. Sekitar 91% kredit disalurkan ke sektor tersebut. Sisanya disalurkan ke sektor konsumer dan komersial.

Porsi ini akan berubah dengan adanya ekspansi kredit perseroan, misalnya saja masuk ke perdagangan, ritel, dan pengolahan.

"Di tahun depan kami harap sektor medium komersial bisa memberikan sumbangan 10% ke total kredit. Sebab, ketika diberikan ke sektor tersebut maka ada peluang untuk dipakai turunannya seperti cash management," ujar Suhaimin.

Terkait permodalan, ia mengatakan perseroan dalam posisi yang solid di Buku 2. Sebagai bank devisa pada 2014, meski tidak membuka cabang di luar negeri, tapi Bank Nobu akan menjalin kerjasama dengan pihak lainnya guna mensukseskan transaksi devisa. 

Suara Pembaruan

Penulis: O-2/FEB

Sumber:Suara Pembaruan