Kebab Turki Baba Rafi Ekspansi ke Tiongkok dan Sri Lanka

Kebab Turki Baba Rafi Ekspansi ke Tiongkok dan Sri Lanka
Hendy Setiono, Presiden Direktur PT Baba Rafi Indonesia, bersama Sinan Gul, investor asal Belanda, usai penandatanganan Master Franchise Agreement yang menunjuk Sinan Gul sebagai Master Franchise Kebab Turki Baba Rafi di wilayah Eropa. ( Foto: Dok. Kebab Turki Baba Rafi )
PR/O-2 / WBP Jumat, 13 Desember 2013 | 19:41 WIB

Jakarta - PT Baba Rafi Indonesia, pemilik brand Kebab Turki Baba Rafi melebarkan sayap ke Tiongkok dan Sri Lanka serta memperkuat pasar di Malaysia.

“Rencana besar perusahaan memperluas merek kami di Asia," kata Presiden Direktur PT Baba Rafi Indonesia, Hendy Setiono, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/12).

Hendy mengatakan, perseroan menggandeng investor Essid Hesham Zorghani dan Qian Tang sebagai master franchise di Tiongkok dan Azard Ishak master franchise di Sri Lanka. Adapun di Malaysia, Kebab Turki akan membuka tujuh outlet baru.

Hendy mengatakan, perseroan menargetkan akan membuka 10 outlet di Tiongkok pada 2014. Lokasi yang dibidik kota Yiwu, Hangzhou dan Shanghai. Begitu halnya di Sri Lanka akan membuka 10 outlet pada tahun depan. "Outlet pertama akan dibuka di Kolombo pada 18 Desember 2013 ini," kata Hendy.

Ekspansi ke Tiongkok dan Sri Lanka merupakan peluang sekaligus langkah besar mengingat Tiongkok negara dengan populasi terbesar di dunia. Adapun Sri Lanka bisa menjadi pembuka jalan untuk penetrasi ke Maladewa dan India. "Langkah ini juga menjadi pembuktian bahwa brand lokal bisa menembus pasar Asia Selatan," kata Hendy.

Sementara tujuh outlet di Malaysia yang dibuka pada periode November 2013 sampai Januari 2014 berlokasi di Giant Malaysia Shah Alam, Bandar Sri Damsara, Bangi Gateway, Pusat Perubatan Universiti Malaya, Central Square Sg Petani, MYDIN Kubang Kerian dan The Curve Mutiara Damansara. Bahkan, master franchise di Malaysia, Affandi Oh berencana membuka 200 outlet baru dalam lima tahun ke depan.

Master Franchise wilayah Tiongkok, Essid Hesham Zorghani menyambut baik kerja sama tersebut sekaligus memastikan bisnis ini akan sukses di Tiongkok. "Kota Yiwu adalah pusat perdagangan komoditas dan Hangzhou adalah kota industri yang padat penduduk dan memiliki populasi muslim yang berkembang, sementara Shanghai dipilih karena merupakan kota dengan populasi terpadat di Tiongkok," jelasnya.

Untuk informasi, bisnis Kebab Turki Baba Rafi di tahun 2003 bermula hanya dari sebuah gerobak sederhana di Surabaya dan dikelola oleh seorang pemuda berusia 19 tahun.

Saat ini Kebab Turki Baba Rafi memiliki 1.200 outlet di Indonesia, 28 outlet di Malaysia, 4 outlet di Filipina dan segera hadir di Belanda. Langkah ini mengukuhkan positioning-nya sebagai “The World’s Biggest Kebab Chain”.

Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE