Ilustrasi: peralatan migas
Sejumlah proyek sebenarnya sudah ada dalam program 10.000 MW Tahap II.

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN persero) mengusulkan 12 proyek pembangkit tambahan dalam proyek percepatan 10.000 MW tahap II. Tambahan pembangkit tersebut diantaranya berbasis tenaga air, gas, Coal Bed Methane (CBM), dan batubara.

"Untuk melengkapi kebutuhan daerah lain, kita usulkan proyek baru di seluruh Indonesia," kata Direktur Utama PLN Nur Pamuji, saat melakukan Rapat Dengar Pendapat di Komisi VII DPR, hari ini.

Untuk itu, kata dia, PLN sudah mengusulkan amandemen Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 15 tahun 2010 tentang program percepatan pembangunan pembangkit listrik tahap II. "Kita sudah ajukan amandemen tersebut ke Ditjen Kelistrikan," tegas Nur.

Ke-12 pembangkit tambahan itu adalah Pembangkit Listrik Tenaga Gas Batubara (PLTGB) Sabang, Aceh 8 berkapasitas megawatt (MW), PLTA Upper Cisokan, Jabar 4x260 MW, PLTU Melak, Kaltim 2x7 MW, PLTGB Tahuna, Sulut 8 MW, dan PLTG Bangkanai, Kalteng 2x80 MW.

Selanjutnya, PLTGB Putussibau, Kalbar 8 MW, PLTGB Selayar, Sulsel 8 MW, PLTGB Larantuka, NTT 8 MW, PLTGB Tobelo, Maluku Utara 8 MW, PLTGB Tual, Maluku 8 MW, PLTGB Tanjung Batu, Kepulauan Riau 8 MW, dan PLTA Masang-2, Sumbar 55 MW.

Nur menambahkan, sejumlah proyek sebenarnya sudah ada dalam program tersebut. Namun, dengan pengajuan ini, pembangkit yang berada di program tersebut akan ditambahkan dayanya. "Contohnya adalah PLTA Cisokan dari sebelumnya 4x250 MW menjadi 4x260 MW atau bertambah 10 MW per unit," kata Nur.

Sesuai Permen ESDM No 15 Tahun 2010 tanggal 27 Agustus 2010 tentang Daftar Proyek-Proyek Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik yang Menggunakan Energi Terbarukan, Batubara, dan Gas serta Transmisi Terkait, proyek 10.000 MW tahap kedua terdiri dari dua bagian.

Pertama, sebanyak 21 proyek dikerjakan PLN dengan total daya 4.216 MW.  Kedua, proyek dengan skema listrik swasta (independent power producer/IPP) mencapai 5.306 MW di 71 lokasi.

Penulis: