KKP Uji Coba Aqua Cards di Jawa Timur

 KKP Uji Coba Aqua Cards di Jawa Timur
Ilustrasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ( Foto: Istimewa )
C-07 / FER Selasa, 8 Juli 2014 | 21:55 WIB

Jakarta - Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Budidaya Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto menerangkan uji coba Aqua Cards telah dilakukan tahun ini di Jawa Timur.

"Di Tulung Agung, Jawa Timur sudah ada sekitar 200 pembudidaya lele yang mendapat Aqua Card. Mereka akan tercatat apakah memakai benih tersertifikasi atau belum, melaksanakan biosecurity, sudah melakukan budidaya dengan baik atau tidak. Juga akan terpantau apa mereka sudah dapat dana kredit belum," ujar Slamet saat konfrensi pers di Jakarta, Selasa (8/7).

Slamet mengatakan pihaknya menargetkan tahun ini akan ada 500 Aqua Cards untuk pembudidaya. Jadi tinggal 300 Aqua Cards yang tersisa.

Ia menyebutkan kedepan Aqua Cards akan merambah ke berbagai macam komoditas unggulan seperti udang, rumput lalut, dan Ikan Nila. Ia menyebutkan ada 115 kawasan unggulan komoditas. Adapun jumlah kelompok pembudidaya ada 12 ribu. Bila 1 kelompok ada 10 orang maka diperkirakan jumlah pembudidaya ada sekitar 120 ribu orang.

Lalu kenapa uji coba Aqua Cards dilakukan di Jawa Timur dan bukan di daerah lain? Slamet menjawab di Jawa Timur khususnya di Tulung Agung sudah ada kawasan budidaya lele yang cukup bagus.

Disana telah terbentuk kluster-kluster. Selain itu asal muasal benih lele yang digunakan jelas. Alur dari benih, produksi, pengolahan dan ekspor disana sudah jelas. Para pembudidaya muda dan mempunyai semangat untuk maju..

"Kebanyakan mereka memakai benih-benih yang sudah tersertifikat. Induk-induknya menggunakan induk unggul. Sementara hasil ikannya diekspor dari Surabaya," ujar dia.

Ia mengatakan biasanya ekspor lele dalam bentuk filet dan ikan segar tanpa kumis.
Slamet mengku tidak tahu persis kenapa tidak ada kumis saat di ekspor. Namun kebanyakan memang seperti itu. "Mungkin karena geli sama kumisnya ikan lele," canda Slamet.

Ia menerangkan Aqua cards ini nantinya bisa menjadi referensi perbankan untuk memberi bantuan dana atau kredit kepada pembudidaya yang kridebel, sukses dan terjamin mutunya. Andai berkembang baik para pembudidaya stakeholder akan perluas ke kelompok lain.

Slamet mengungkapkan pihaknya akan melakukan evaluasi pada Aqua Cards, apakah efektif atau tidak. "Kalau bagus akan kita perbanyak. Kita juga perlu petugas yang sigap. Kita juga akan melakukan evaluasi dan kasih nilai rapot," ujar dia.

Slamet menjelaskan Food and agriculture organisation (FAO) juga melihat perkembangan Aqua Cards. Bila progam kartu ini berhasil, ia mengklaim akan diterapkan juga di seluruh dunia.
"Ini pilot project kita yang dilihat oleh negara lain. Belanda akan membantu kita untuk mencetak kartu ini," ujar dia.

Tahun depan, Slamet berharap Aqua Cards tidak hanya dicetak pihaknya, tetapi bisa juga dicetak oleh Kementrian Perdagangan dan Kementrian Dalam Negeri.

Slamet menjelaskan Aqua Cards wajib digunakan oleh pembudidaya dan yang tidak mau akan ketinggalan informasi dan keuntungan. Sebab, KKP berencana akan mempromosikan kartu ini kepada pihak retail seperti Indomaret dan Alfamaret.

"Aqua Cards akan menjadi jaminan produk pembudidaya saat retail ingin membeli produl mereka," ujar dia.

Sumber: Investor Daily
CLOSE