Empat Pabrik Gula Rafinasi Berhenti Beroperasi

Empat Pabrik Gula Rafinasi Berhenti Beroperasi
Aktivitas pengukuran rendemen di Pabrik Gula Ngadiredjo, Kediri, Jawa Timur ( Foto: Istimewa )
Senin, 17 November 2014 | 18:06 WIB

Jakarta - Sebanyak empat pabrik gula rafinasi mulai berhenti beroperasi sejak September-Oktober 2014.

Hal ini akibat adanya pemotongan alokasi impor gula mentah oleh pemerintah dari 3,05 juta ton menjadi 2,8 juta ton.

"Sudah ada empat pabrik gula rafinasi yang tidak beroperasi dan merumahkan sebagian karyawannya," kata Chairman Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) Wisnu Hendraningrat di Jakarta, Senin (17/11).

Menurut Wisnu, penutupan empat pabrik gula rafinasi tersebut dikarenakan adanya pengurangan alokasi impor gula mentah oleh Kementerian Perdagangan.

Pengurangan sebanyak 187.000 ton tersebut merupakan bentuk sanksi akibat perembesan gula rafinasi ke pasar konsumen.

"Karena izin impor turun mengakibatkan kontrak dengan industri makanan minuman belum bisa terpenuhi," ujarnya.

Keempat pabrik gula rafinasi yang berhenti beroperasi tersebut adalah PT Makassar Tene, PT Berkah Manis Makmur, PT Duta Sugar International dan PT Dharmapala Usaha Sukses.

Bahkan, beberapa pabrik lainnya juga akan mengambil langkah sama dalam waktu dekat.

"Selain itu, juga mengganggu pasokan ke industri makanan minuman," katanya.

Jumlah keanggotaan AGRI terdiri dari 11 pabrik gula rafinasi dengan kapasitas mesin terpasang sebesar 3,6 juta ton, yang memproduksi gula kristal rafinasi untuk memenuhi berbagai kebutuhan industri di Indonesia baik skala besar maupun kecil.

Hingga semester pertama 2014, realisasi impor gula mentah sudah mencapai 2,1 juta ton, sementara yang masih belum masuk ke Indonesia sebanyak 635.000 ton dan direncanakan masuk pada semester II 2014.

Pada awal semester II 2014, Kementerian Perdagangan telah memberikan izin impor sebanyak 502.000 ton, disusul dengan sisa kuota impor gula mentah sebanyak 133.000 ton beberapa waktu lalu.

Sumber: Antara