Menko Perekonomian Hatta Rajasa (dua kiri) bersama  (kiri kanan) Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, dan  Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan  dalam rapat koordinasi mengenai  Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kantor Kemenko, Jakarta (10/1/12). FOTO ANTARA/Rosa Panggabean.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa (dua kiri) bersama (kiri kanan) Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, dan Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan dalam rapat koordinasi mengenai Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kantor Kemenko, Jakarta (10/1/12). FOTO ANTARA/Rosa Panggabean.
MP3KI menargetkan pengentasan kemiskinan pada kelompok yang berkaitan dengan pertanian dan perikanan di daerah.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas tengah menyusun Masterplan Percepatan Pengurangan Pengentasan Kemiskinan Indonesia (MP3KI). Diharapkan program ini rampung Mei mendatang.
 
"Tentu ini bersamaan dengan genap satu tahun peluncuran Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Bappenas Armida S Alisjabana, di Gedung Bappenas Jakarta, hari ini.
 
Armida mengatakan, MP3KI memiliki rentang waktu pelaksanaan sampai tahun 2025. Meski demikian, ada pula yang merupakan target jangka pendek untuk 2014, yakni khusus menyasar keluarga sangat miskin.

Selain memperkuat program kemiskinan dalam empat kluster, Armida mengatakan, MP3KI menargetkan pengentasan kemiskinan pada kelompok yang berkaitan dengan pertanian dan perikanan di daerah. MP3KI juga mengatur soal sinergi corporat social responsibility (CSR).
 
"Target penurunan kemiskinan di 2014 adalah 8-0 persen. Harus kita akui belakangan terasa melambat. Artinya kita harus targeted, karena kemiskinan itu ada peta-nya, bukan menyebar, yaitu di desa-desa  atau di bagian tertentu di kota," ungkap dia.