Cikarang Dry Port Perpanjang Lintasan KA

Cikarang Dry Port Perpanjang Lintasan KA
Cikarang Dry Port ( Foto: Antara )
Thresa Sandra Desfika / HS Rabu, 24 Juni 2015 | 23:19 WIB

Jakarta - PT Cikarang Inland Port selaku operator Cikarang Dry Port (CDP), Bekasi, berencana menambah panjang rel kereta api barang di terminal CDP dari yang semula hanya bisa menampung 20 gerbong menjadi 30 gerbong.

Managing Director PT Cikarang Inland Port Benny Woenardi mengatakan, hal itu sebagai respons dari rencana pemerintah yang segera memulai pengerjaan sambungan rel KA dari Stasiun Pasoso ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

"Pembangunannya segera dilakukan setelah Lebaran ini. Untuk dananya sendiri, saya lupa tapi pembangunan rel ini diperuntukkan menambah fasilitas konsumen," ucap Benny di Jakarta, Rabu (24/6).

Ia menjelaskan, kedepan selain dengan angkutan truk, dengan perpanjangan rel dan tersambungnya rel KA dari Pasoso ke Tanjung Priok, konsumen mendapatkan pilihan lain selain truk. Penyaluran barang pun bisa lebih cepat dengan prasarana baru itu.

Saat ini, lanjutnya, prasarana KA di CDP melayani angkutan KA barang satu perjalanan per dua hari untuk Jakarta-Surabaya dengan perlintasan double track. Nantinya, jika rel KA tersambung utuh dari Surabaya ke Tanjung Priok, CDP berharap adanya lalu lintas KA delapan trip per hari.

"Saat ini dengan 20 gerbong, KA bisa mengangkut 40 Teus. Nantinya dengan 30 gerbong, bisa mencapai 60 Teus," imbuh Benny.

Benny menjelaskan, saat ini CDP bisa menampung 400.000 Teus, di mana setiap tahunnya baru bisa memaksimalkan sebanyak 50.000 Teus. Untuk tahun ini dan selanjutnya, PT Cikarang Inland Port menargetkan penaikan jumlah peti kemas yang terlayani sebesar 50%.

Namun, atas rencana PT Pelindo II yang hendak mengembangkan Kanal Cikarang Bekasi Laut, Benny enggan berkomentar terlalu banyak.

Menurut dia, pihaknya sudah mengkaji berbagai opsi angkutan yang melayani Tanjung Priok dan CDP, di mana hasilnya truk dan angkutan KA merupakan sarana paling memungkinkan pada saat ini.

Dihubungi terpisah, Direktur Utama PT KAI (Persero) Edi Sukmoro mengungkapkan, selaku BUMN yang ditunjuk menyambungkan rel KA antara Pasoso dengan Tanjung Priok, KAI segera memulai pembangunan pada September 2015.

“Itu ada tanah yang milik Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) yang sudah diberi izinnya untuk mulai dibangun. Tetapi ada persyaratan yang perlu dipenuhi. Itu bisa dipakai setelah jalan yang dibangun di sekitar wilayah itu selesai,” terang dia.

Menurutnya, PT KAI memiliki itikad yang ingin kerja cepat dalam memulai pembangunan rel tersebut. Pasalnya, dengan prasarana itu, akses ke Pelabuhan Tanjung Priok tidak hanya dengan truk saja, tapi juga kereta api. “Itu lintasannya tidaklah panjang, maksimal mencapai 2,6 kilometer (km) saja,” paparnya.

Sumber: Investor Daily
CLOSE