Bank Muamalat Suntik Citifin Multifinance Syariah Rp 125 Miliar

Petugas teller melayani nasabah di KPO Kantor Pusat Bank Muamalat, Jakarta, Senin (28/5). (Antara)

Oleh: Gita Rossiana / HS | Senin, 13 Juli 2015 | 19:26 WIB

Jakarta - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk dan PT Citra Tirta Mulia (Citifin Multifinance Syariah) menandatangani kerja sama pembiayaan Rp 50 miliar. Fasilitas tersebut menambah pembiayaan Bank Muamalat kepada Citifin menjadi Rp 125 Miliar.

Direktur Retail Banking Bank Muamalat Adrian A Gunadi menjelaskan, pembiayaan tersebut memiliki akad wakalah bil ujrah (channeling) dan memiliki jangka waktu pencairan 36 bulan. Dana ini sebagai modal kerja yang disalurkan ke konsumen Citifin untuk program pembiyaaan pemilikan mobil.

Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan 5 tahun lalu. Saat itu, Citifin yang dahulu bernama Tirta Laras Finance (TLF) untuk pertama kalinya mendapat pembiayaan Bank Muamalat Rp 3,5 miliar untuk modal Unit Usaha Syariah. Citifin tercatat sudah mendapat 5 kali fasilitas pembiayaan dari Bank Muamalat dengan pola mudharabah dan wakalah bil ujrah.

Pertumbuhan Citifin berkat dukungan Bank Muamalat sebagai salah satu mitra perbankan. Hingga saat ini Citifin telah bekerja sama dan mendapat dukungan dari 7 bank, terdiri dari 5 bank nasional dan 2 bank BPD syariah.

“Sebagai pionir perbankan syariah di Indonesia, kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk bertransaksi secara syariah. Kerja sama ini turut menunjukkan fokus bisnis Bank Muamalat untuk menggarap pasar ritel melalui penyaluran secara selektif ke sejumlah sektor riil yang prospektif,” ujar Adrian di Jakarta, Senin (13/7).

Tahun ini, Citifin menargetkan penyaluran pembiayaan Rp 535 miliar, atau tumbuh 98,88% dibandingkan pencapaian pembiayaan pada Desember 2014 yang mencapai Rp 269 miliar. Untuk memenuhi target, perseroan mulai memasuki pembiayaan motor dengan menggarap captive market.

Corporate Secretary and Treasury Manager Citifin Multifinance Syariah Yulian Ma'mun mengatakan, target perseroan pada 2014 sebenarnya Rp 500 miliar. Namun, karena kondisi ekonomi Indonesia sepanjang tahun lalu yang kurang begitu mendukung perseroan hanya mampu mencapai setengah target. Untuk itu, pada 2015 Citifin bertekad tumbuh dan mampu memenuhi target penyaluran pembiayaan.

“Tahun ini kami menargetkan penyaluran pembiayaan Rp 535 miliar. Target itu tumbuh signifikan, jika dibandingkan pencapaian kami pada akhir tahun lalu. Karena itu, tahun ini kami berencana menambah produk pembiayaan motor untuk mendukung bisnis,” ujarnya.

Terkait produk baru, Yulian memaparkan, Citifin akan menawarkan pembiayaan motor khusus kepada karyawan dari PT Pribumi Citra Megah Utama yang masih satu group perseroan. Hal itu untuk meminimalkan risiko jika pembiayaan motor di tahun ini menurun atau bertahan (stuck). Pribumi Citra Megah Utama bergerak di bidang usaha pertambangan batu bara dan properti untuk pusat perbelanjaan maupun perumahan.

Perseroan selama ini, jelas Yulian, baru memberikan pembiayaan untuk mobil berupa passanger car dan komersial dengan akad mudarabah. Selain itu, Citifin juga ada sedikit portofolio pembiayaan untuk sewa guna usaha (leasing) dengan ijarah muntaria bit tamlik (IMBT). Menurut dia, pembiayaan untuk passanger car mendominasi bisnis perseroan karena porsi untuk kendaraan jenis itu 80% dan komersial hanya 20%.

Adapun nasabah Citifin yang masih aktif saat ini ada sebanyak 6.900 nasabah, Menurut Yulian, perseroan memiliki 23 kantor cabang. “Sampai Desember 2014, laba sebelum pajak (earning before taxes) yang kami bukukan sebesar Rp 5,4 miliar. Sementara aset kami itu sekitar Rp 450-480 miliar,” ungkap dia.


Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT