Indonesia kembali menjajaki diskusi sektor minyak dan gas (migas) dengan Amerika Serikat (AS).
Pertemuan bertajuk The 2nd Indonesia-US Energy Investment Roundtable ini akan diadakan pada Senin (6/2) di Jakarta.
Dalam keterangan tertulisnya hari ini, pertemuan yang kedua ini akan membahas iklim investasi Indonesia di bidang energi, yang meliputi tambang mineral, minyak dan gas.
Seperti yang diketahui, terdapat perusahaan raksasa asal AS yang melakukan bisnis di Tanah Air, antara lain Chevron, ExxonMobil, ConocoPhillips, Newmont, dan Freeport.
Selama dua pertemuan dua hari tersebut akan membahas mengenai gas yang tidak konvensional. Pertemuan sekaligus kelanjutan pertemuan pertama tahun lalu yang membahas iklim investasi kedua negara secara umum.
Dalam pertemuan pertama dibahas mengenai kebijakan harga, gas flare, Coalbed Methane (CBM) dan shale gas serta prospek pegembangan jenis usaha tersebut. Sementara untuk hari kedua, akan dilakukan pertemuan antara kedua belah pihak.
Indonesia – US Energy Investment Roundtable merupakan pertemuan yang dibentuk dari hasil kesepakatan pertemuan The 3rd Indonesia-US Energy Policy Dialogue yang dilaksanakan pada 29 Juni 2010 di Washington, AS dan dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan investasi energi di Indonesia dalam kerjasama yang menguntungkan antara Indonesia dan AS.





