Kesadaran Menyediakan Simpanan Pensiun Perlu Ditingkatkan

Kesadaran Menyediakan Simpanan Pensiun Perlu Ditingkatkan
Ilustrasi pensiun. ( Foto: Today )
Devie Kania / HS Rabu, 2 September 2015 | 18:17 WIB

Jakarta – Global Aging Institut (GIA) menyatakan sebanyak 45% orang Indonesia berharap ada pertanggungjawaban dari pemerintah terkait dana pensiun mereka kelak. Padahal, saat ini ada sebanyak 53% masyarakat Indonesia berusia produktif yang berekspetasi memperoleh pendapatan dari produk lembaga jasa keuangan.

Untuk itu, lembaga jasa keuangan berpeluang meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menyimpan lebih banyak guna menyiapkan simpanan masa pensiun mereka.

President Director GIA Richard Jackson mengatakan, dalam survei GIA menunjukkan sebanyak 59% orang Indonesia yang mempercayai lembaga jasa keuangan. Namun, saat ini justru 84% pekerja yang ada lebih mengandalkan perolehan pendapatan dari pekerjaan yang digeluti.

Bahkan, mengenai kesiapan dana pensiun, antara lain sebanyak 18% orang menilai merupakan tanggung jawab mereka, 11% orang menilai itu urusan anak-anak mereka, 25% menyatakan hal tersebut urusan pekerja saat ini.

“Jadi ke depan, pemerintah dapat mengembangkan sistem pensiun negara hingga lebih memadai. Serta mendorong atau mengharuskan para pekerja menabung lebih banyak untuk masa pensiun mereka. Sedangkan dari sisi penyedia jasa keuangan, mereka dapat mengedukasi masyarakat terkait peningkatan simpanan masa pensiun,” ujar dia dalam acara diskusi hasil survei masa pensiun di Asia Timur di Jakarta, Rabu (3/9).

Mengenai dana pensiun, Marketing Corporation and Communication Director PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) Nini Sumonhandoyo menilai, masyarakat Indonesia lebih baik tetap harus membiasakan diri menabung walaupun pemerintah menyediakan program sosial.

Pasalnya itu, ia memprediksi, kesejahteraan masyarakat belum tentu dapat terpenuhi 100% jika hanya mengandalkan dana pensiun dari program pemerintah.

“Kita dapat menabung, seperti membeli asuransi. Adapun, saat ini produk asuransi yang mendominasi bisnis kami adalah asuransi unit linked. Selain mendapat perlindungan asuransi, masyarakat dapat mengumpulkan dana investasi dan memperoleh return yang tinggi,” jelas dia.

Adapun, survei yang dilakukan GIA merupakan hasil penelitian di sepuluh negara, antara lain Indonesia, Malaysia, Tiongkok, Thailand, dan Korea Selatan. Menurut Jackson, ada sebanyak 1.023 responden dari Indonesia.

Secara terpisah, President Director Prudential Indonesia Rinaldi Mudahar mengatakan, percepatan pertumbuhan jumlah penduduk berusia lanjut di Asia adalah tren yang tidak dapat diubah dan merupakan tantangan bagi negara ini.

“Untuk menutup kesenjangan yang berkembang terkait perlindungan lansia, memang membutuhkan solusi dari pemerintah maupun pihak swasta. Untuk itu, sektor asuransi maupun manajemen aset dapat berperan penting dalam hal mengurangi tekanan terhadap anggaran pemerintah,” ujar dia.

 

Sumber: Investor Daily
CLOSE