PGN
PGN (sumber: JG/Photo)
Minimnya dana yang dialokasikan untuk pembayaran utang tahun ini karena PGN tidak memiliki utang jatuh tempo yang cukup mendesak untuk dilunasi

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) tahun ini hanya menganggarkan dana sebesar US$40 juta untuk membayar utang.

Sementara tahun lalu, perseroan menganggarkan dana sebesar US$300 juta atau setara Rp2,7 triliun untuk pembayaran utang.
 
Minimnya dana yang dialokasikan untuk pembayaran utang tahun ini karena PGN tidak memiliki utang jatuh tempo yang cukup mendesak untuk dilunasi.  Padahal perseroan memiliki masih banyak utang senilai Rp8,86 triliun.
 
“Tahun lalu kami banyak menganggarkan dana untuk membayar utang sampai US$300 juta, sebagai pre payment sebelum utang jatuh tempo. Tahun ini kami hanya menganggarkan sedikit dana, hanya untuk membayar bunga utang dan sebagian kecil utang saja,” kata Direktur Keuangan PT Perusahaan Gas  Negara Tbk, Riza Pahlevi, kepada Investor Daily, di Jakarta, belum lama ini.
 
Hanya saja, Riza enggan merinci utang dan bunga utang mana saja yang akan dibayarkan tahun ini. Namun, dalam laporan keuangan perseroan pada kuartal III 2011, daa beberapa utang yang bunganya wajib dibayarkan PGN setiap tahun.
 
Beberapa di antaranya adalah utang kepada Asian Development Bank senilai total US$218 juta. Tingkat bunga tahunan pinjaman ADB adalah berkisar antara 1,04 persen sampai dengan 4,31 persen dan antara 1,12 persen sampai dengan 5,23 persen, masing-masing untuk sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2011 dan 2010.

Jumlah pokok pinjaman harus dibayar dalam 32 kali angsuran tengah tahunan pada tanggal 15 Mei dan 15 November setiap tahun, dengan angsuran pertama yang jatuh tempo pada tanggal 15 November 1999 dan pembayaran terakhir akan jatuh tempo pada tanggal 15 Mei 2015.
 
Selain itu, ada utang ke European Investment Bank sebesar US$70 juta. Utang ini memiliki tingkat bunga pinjaman EIB adalah berkisar antara 4,95 persen sampai dengan 5,30 persen per tahun. Pembayaran terakhir akan jatuh  tempo pada 15 Juni 2020.