Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  dan Ibu Negara Ny Ani Yudhoyono melambaikan tangan saat memasuki pesawat kepresidenan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.  FOTO :  Widodo S. Jusuf/ANTARA
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ny Ani Yudhoyono melambaikan tangan saat memasuki pesawat kepresidenan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. FOTO : Widodo S. Jusuf/ANTARA
Perolehan pendapatan suatu bandara tergantung pada trafik penumpang dan kargo, juga pergerakan pesawat yang melalui bandara bersangkutan

PT Angkasa Pura II (AP II) mengakui sepanjang 2011 masih terdapat enam bandara yang dikelolanya dalam kondisi merugi dengan total nilai Rp82,62 miliar.
 
Keenam bandara itu adalah Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Rp18,447 miliar, Bandara Minangkabau Rp25,405 miliar, Bandara Halim Perdanakusumah Rp10,689 miliar, Bandara Raja Haji Fisabililah Rp7,709  miliar, Bandara Sultan Iskandar Muda Rp18,456 miliar, dan Bandara Sultan Thaha Rp1,955 miliar.
 
Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri Suriadjie Sunoko mengungkapkan, jumlah bandara yang merugi sepanjang 2011 bertambah dari 2010 yang hanya enam bandara.

Pada 2010, Bandara Sultan Thaha masih membukukan keuntungan Rp271 juta, namun pada 2011 malah merugi Rp1,955 miliar karena faktor teknis.
 
"Perolehan pendapatan suatu bandara tergantung pada trafik penumpang dan kargo, juga pergerakan pesawat yang melalui bandara bersangkutan. Pada 2011, masih ada enam bandara yang merugi, bertambah dari 2010 hanya lima, tapi masih lebih baik dibanding 2009 yang tujuh bandara," kata dia, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR Jakarta, hari ini.
 
Sepanjang 2011, PT Angkasa Pura II membukukan pendapatan Rp3,489 triliun dengan laba setelah pajak Rp998,750 miliar atau turun dari realisasi 2010 yang Rp1,035 triliun. BUMN itu memiliki beban usaha yang cukup besar Rp2,089 triliun terbesar untuk membayar pegawai Rp821 miliar.