Menteri Keuangan, Agus Martowardojo (tengah) bersama Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Ito Warsito (kiri), Wakil Menteri Keuangan, Anny Ratnawati (kedua kiri), Ketua Bapepam-LK, Nurhaida (kedua kanan), Direktur Jenderal Pengelolaan Utang, Rahmat Waluyanto (kanan) menekan tombol mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (30/12/2011). Penutupan sesi perdagangan pada hari terakhir di 2011 ini, IHSG sepanjang tahun 2011 mencatat kenaikan sebesar 3,2 persen year to date. Pada tahun 2010, IHSG ditutup pada level 3.703,512
Menteri Keuangan, Agus Martowardojo (tengah) bersama Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Ito Warsito (kiri), Wakil Menteri Keuangan, Anny Ratnawati (kedua kiri), Ketua Bapepam-LK, Nurhaida (kedua kanan), Direktur Jenderal Pengelolaan Utang, Rahmat Waluyanto (kanan) menekan tombol mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (30/12/2011). Penutupan sesi perdagangan pada hari terakhir di 2011 ini, IHSG sepanjang tahun 2011 mencatat kenaikan sebesar 3,2 persen year to date. Pada tahun 2010, IHSG ditutup pada level 3.703,512 (sumber: JG Photo)
Dampak dari krisis tersebut diperkirakan baru akan terasa pada eksport dan import Indonesia pada 6 hingga 9 bulan mendatang

Dampak dari krisis yang terjadi di Eropa dan Amerika Serikat saat ini dinilai belum memberikan pengaruh signifikan terhadap neraca perdagangan Indonesia. 

Dampak dari krisis tersebut diperkirakan baru akan terasa pada ekspor dan impor Indonesia pada 6 hingga 9 bulan mendatang.

Wakil Menteri Keuangan Anny Rachmawati menuturkan, saat ini, dampak dari krisis yang terjadi di Eropa dan Amerika Serikat saat ini belum berdampak signifikan pada Indonesia.Pasalnya, krisis yang terjadi tersebut belum berdampak langsung pada Tiongkok, sehingga Indonesia pun belum terkena dampak yang siginifikan.

Namun, menurut dia, pada 6-9 bulan ke depan, Indonesia harus mewaspadai dampak yang mungkin timbul dari dampak krisis Eropa dan Amerika Serikat terhadap Tiongkok.

¨Saat ini krisis Eropa dan Amerika Serikat belum terlalu berdampak pada ekspor dan impor China. Kita harus waspada jika krisis tersebut berdampak pada ekspor dan impor China dan dampak kepada ekspor impor kita harus kita waspadai pada 6-9 bulan  mendatang,¨ ujar Anny di Jakarta, hari ini.

Anny menuturkan, pada 6 hingga 9 bulan kedepan, dikawatirkan akan terjadi limpahan import produk dari luar negeri ke Indonesia. Dimana Indonesia sebagai pasar yang memiliki penduduk yang cukup besar akan dijadikan alternatif termpat untuk mengalihkan eksport oleh sebagian negara.

Untuk itu, menurut dia, Indonesia harus mampu  meningkatkan daya saing produknya agar tidak tergerus oleh produk  asing. ¨Nantinya, negara kita akan jadi tempat pengalihan  eksport sejumlah negara. Untuk itu kita harus waspadai adanya import yang melimpah yang akan masuk ke Indonesia, masalahnya apakah nantinya  produk dalam negeri kita dapat bersaing, untuk itu kita juga harus tingkatkan daya saing,¨ terang dia.

Menurut Anny, saat ini guna mengantisipasi terjadinya peningkatan import, pihaknya telah mengingatkan sejumlah kementerian teknis untuk mengantisipasi hal tersebut.

Kementerian teknis pun menurut Anny, masing-masing sudah menyiapkan kebijakan terkait hal tersebut. Sedangkan pada Kementerian Keuangan, menurut dia, pihaknya sudah mengingatkan pada Direktoran Jenderal Bea dan Cukai untuk merapatkan barisan guna mengantisipasi kemungkinan masuknya barang ilegal yang cukup besar dari sejumlah negara.

Selain itu, pihaknya juga sudah mengingatkan kepada Direktorat Jenderal pajak terkait implikasi hal tersebut kepada penerimaan pajak.

¨Kita sudah mengingatkan bea cukai untuk merapatkan  barisan, karena yang kita kawatirkan akan ada banyak barang yang akan masuk ke Indonesia melalui jalur ilegal. Nah bagaimana monitoring dan asessment mereka. Kita juga ingatkan kementerian lain untuk monitor yang mungkin terkena imbas barang import. Kementerian teknis sudah disampaikan dan kebijakan masing-masing,¨ tutur dia.

Terkait dengan antisipasi masuknya barang ilegal, menurut dia, selain meningkatkan kewaspadaan dalam pengawasan pada pelabuhan-pelabuhan besar, hal terpenting yang perlu ditingkatkan adalah pengawasan pada sejumlah pelabuhan kecil yang belum tertata dengan baik.

Untuk itu, lanjut Wamenkeu, pihaknya pun akan menggandeng Pemerintah  Daerah guna mengetatkan pengawasan pada seluruh pelabuhan-pelabuhan kecil yang ada di seluruh Indonesia.