Gedung Bank Indonesia FOTO :   AFP PHOTO / ROMEO GACAD
Gedung Bank Indonesia FOTO : AFP PHOTO / ROMEO GACAD
Memang gaji BI masih jauh lebih tinggi dibanding Pegawai Negeri Sipil (PNS), tapi dibanding pasar, disparitasnya lebih kecil

Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menilai disparitas gaji antara Dewan Gubernur (DG) dan pegawai Bank Indonesia (BI) cukup tinggi.

Namun, disparitas itu masih normal jika dibandingkan disparitas gaji di perbankan atau industri lainnya.

Demikian diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis ketika ditemui seusai rapat tertutup Panitia Kerja (Panja) Pengeluaran Anggaran Tahunan Bank Indonesia (ATBI) 2012 di Gedung DPR, Jakarta, hari ini.

"Memang gaji BI masih jauh lebih tinggi dibanding Pegawai Negeri Sipil (PNS), tapi dibanding pasar, disparitasnya lebih kecil," tutur Harry.

Saat ini, disparitas gaji antara DG dan pegawai biasa di BI adalah 58 kali. Dengan begitu, Komisi XI meminta agar disparitas itu diperkecil, melalui kenaikan gaji pegawai lebih besar dibandingkan kenaikan gaji DG. "Namun itu tergantung kinerja mereka," ujar dia.

Di beberapa tempat, kata Harry, disparitas gaji antara pimpinan atau direksi cuma 10 kali dibanding pegawainya. Namun, di sektor swasta serta bank BUMN, kondisinya berbeda.

Berdasarkan catatan Harry, disparitas gaji antara direksi PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dengan pegawainya mencapai 228 kali. Sedangkan di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, disparitasnya mencapai 97 kali.

"Gaji Presiden dengan PNS itu juga cukup besar. Sebagai contoh, gaji Presiden mencapai Rp 60 juta, sedangkan gaji PNS terendah Rp 2 juta," jelas Harry.

Sebab itu, disparitas gaji di BI masih lebih timpang dibandingkan disparitas di instansi pemerintah lainnya. Sedangkan, di bank-bank BUMN, kata dia, permasalahan gaji merupakan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

"Itu artinya pemerintah atau Menteri Keuangan menyetujui gap yang cukup besar di bank-bank BUMN," tukas Harry.