Perusahaan telekomunikasi PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) menargetkan dapat meraih dana maksimal Rp1,3 triliun dari rencana perseroan melakukan penerbitan saham baru atau Right Issue.
Menurut Direktur Keuangan FREN, Antony Susilo, saham baru Seri C yang akan diterbitkan pada pertengahan bulan ini dengan metode Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) tersebut akan dilepas di harga Rp100 per lembar.
"Dana perolehan Rp1,3 triliun. Itu didapat dari pelepasan saham baru sekitar 66 persen, dengan metode HMETD dan rasio 1 banding 2," katanya di Jakarta, hari ini.
Antony mengatakan, PT Wahana Inti Nusantara yang memiliki 24 persen saham di FREN akan bertindak sebagai standby buyer pada pelaksanaan Right Issue tersebut. "Pelaksanaannya pada 20 Februari sampai 6 Maret," ujarnya.
Menurut Antony, rencananya dana hasil Right Issue akan digunakan untuk pembayaran hutang-hutang perseroan dan membiayai modal kerja.
"Besarnya sekitar 77 persen atau Rp1 triliun untuk bayar hutang dan sisanya baru untuk modal kerja," tuturnya.
Sebagai gambaran, hutang perseroan hingga Desember 2011 sekitar Rp8 triliun.
"Kami tidak melakukan opsi lain karena membuat rasio debt menjadi lebih tinggi lagi," paparnya.





