Rini: PT Sang Hyang Seri dan PT Pertani Akan Digabung

Rini: PT Sang Hyang Seri dan PT Pertani Akan Digabung
Menteri BUMN Rini Soemarno mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 6 Oktober 2015 ( Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay )
/ HS Selasa, 6 Oktober 2015 | 17:17 WIB

Jakarta - Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno mengisyaratkan penggabungan usaha dua BUMN Pangan, yaitu PT Sang Hyang Seri (Persero) dan PT Pertani (Persero) agar lebih efisien dan fokus dalam menjalankan tugas masing-masing.

"Perlu ada restrukturisasi di kedua BUMN itu. Rencana penggabungannya sedang proses kajian," kata Rini, di sela Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR soal persetujuan penyertaan modal negara (PMN) di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Selasa (6/10).

Menurut Rini, restrukturisasi pada PT Sang Hyang Seri dilakukan untuk peningkatan kinerja perusahaan yang mendapat sorotan akibat adanya penyimpangan-penyimpangan. "Beberapa lini bisnis SHS perlu dialihkan kepada PT Pertani. Prinsipnya kedua perusahaan perlu saling mendukung," ujar Rini.

Ia menjelaskan, road map penggabungan keduanya juga hampir selesai dilakukan, terutama soal bisnis benih bukan saja untuk beras, tetapi juga untuk produk lain seperti kopi dan teh.

Pada kesempatan itu Rini juga menjelaskan dengan alasan rencana penggabungan kedua BUMN tersebut, Komisi VI DPR RI menolak usulan PMN kepada PT Sang Hyang Seri Rp 250 miliar pada APBN Tahun 2016.

"Komisi VI menolak usulan PMN Shang Hyang Seri, tapi disetujui dialihkan kepada Pertani. Keputusan itu masih sejalan dengan program pemerintah antara lain menjaga kedaulatan pangan," kata Rini.

Dengan begitu, pada 2016 Pertani akan memperoleh suntikan dana PMN sebesar total Rp 500 miliar, meliputi Rp 250 miliar usulan awal yang disetujui DPR dan Rp 250 miliar dari pengalihan PMN dari Sang Hyang Seri.

Berdasarkan data, PMN Pertani akan digunakan untuk menambah modal dalam meningkatkan benih hibrida beras, untuk peningkatan jumlah dan mutu beras yang dihasilkan.

Sementara pada usaha perberasan, PMN untuk peningkatan kapasitas penggilingan padi hingga 80.000 ton, usaha pengeringan padi menjadi 220.000 ton, dan meningkatkan kuantitas produksi beras sebanyak 157.895 ton.

Selain itu PMN juga dialokasikan untuk usaha perbenihan, dengan manfaat dapat meningkatkan produksi benih sebanyak 23.530 ton serta meningkatkan penggunaan benih unggul berlabel untuk selanjutnya meningkatkan produksi gabah dan beras.

Sumber: Antara
CLOSE