BNI.
Berdasarkan perkiraan, dana harus yang disiapkan untuk ekspansi jaringan ke Arab Saudi sekitar US$ 20-US$ 25 juta.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) terus mematangkan pembukaan kantor cabang di Arab Saudi yang diharapkan rampung tahun ini untuk meningkatkan pendapatan non bunga (fee based income).
 
Fee based income tersebut dapat diperoleh dari bisnis remitansi, trade finance, dan bisnis lainnya. Dengan demikian, cabang Arab Saudi bakal menjadi cabang BNI pertama di wilayah Timur Tengah.
 
"Sekarang kami sedang melakukan feasibility studies dengan bank sentral Arab Saudi. Kami dibantu konsultan dari sana," ujar Direktur Utama BNI, Gatot Mudiantoro Suwondo usai penandatanganan kerja sama dengan Bank Bukopin di Gedung BNI 46, Jakarta, hari ini.
 
Sejumlah kota yang menjadi incaran di antaranya Jeddah, Mekah, dan Madinah. Mengenai investasinya masih dihitung. "Ini yang kami coba pelajari aturannya, investasi belum kami hitung, berapa untuk buka cabang. Bank sentral Arab Saudi kan ketentuannya itu harus terafiliasi. Nah, harapannya kami bisa buka cabang penuh," jelas  Gatot.
 
Berdasarkan perkiraan, dana harus yang disiapkan untuk ekspansi jaringan ke Arab Saudi sekitar US$ 20-US$ 25 juta. Kisaran nilai tersebut tergantung bentuk kantornya, baik  afiliasi maupun kantor cabang penuh.
 
"Ini sudah dimasukkan dalam rencana bisnis bank (RBB) kami tahun  ini. Tanggapan Bank Indonesia (BI) baik-baik saja, namun harapan kami tetap ada support (dukungan)," tutur dia.
 
Head of International Division BNI Abdullah Firman Wibowo menambahkan, pembukaan cabang di Arab Saudi memang memiliki potensi bisnis yang besar, khususnya dalam meningkatkan perolehan fee based income. Potensi terbesar yaitu dari remitansi, karena jumlah Tenaga Kerja Indonesia  (TKI) di sana mencapai 1,5 juta orang dengan nilai transaksi US$ 200 juta per tahun.
 
"Belum lagi potensi peserta haji dan umroh. Indonesia tiap tahun kirim 250 ribu jemaah haji. Selain itu, ada juga dana mengendap KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di sana, yang selama ini dikelola bank asing itu sekitar US$ 30 juta. Juga ada potensi dari  perusahaan-perusahaan Indonesia yang beroperasi di sana," papar Firman.
 
Saat ini, BNI memiliki beberapa petugas representatif yang  bekerjasama dengan bank-bank di kawasan Timur Tengah, terutama di Dubai (Uni Emirat Arab), Doha (Qatar) dan Kuwait (Kuwait). Adapun bank-bank asal Arab Saudi yang sudah menjalin kerjasama dengan BNI antara lain National Commercial Bank (NCB), Al-Rajhi Bank, Al Bilad Bank dan Arab  National Bank (ANB).
 
"Kami nanti akan fokus di transactional banking untuk cabang yang di Arab Saudi," kata Firman.
 
Hingga kini, untuk kantor cabang luar negeri, bank pelat merah tersebut sudah membuka di lima negara, yakni Singapura (Singapura), Hong Kong (Hong Kong), Tokyo (Jepang), New York (Amerika Serikat) dan London (Inggris).


Penulis: