Pemerintah menilai pariwisata dan ekonomi kreatif mampu menjadi industri besar yang akan menopang ekonomi nasional terutama pada saat ekonomi sedang sulit.
Salah satu tolok ukurnya adalah meningkatnya jumlah wisatawan yang datang berkunjung ke Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Pariwisata dapat menciptakan industri turunan atau kreatif, baik itu industri yang berbasis handycraft atau kerajinan tangan, perfilman, iklan dan animasi. Industri tersebut jika dikumpulkan penerimaannya dapat menyumbangkan ekonomi yang cukup besar terhadap PDB. Ini adalah big industry," kata Armida Alisjahbana, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas di Jakarta, hari ini.
Dia mengatakan, sudah seharusnya mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, karena ini akan menopang kelangsungan ekonomi dalam negeri.
Kondisi seperti ini pernah dilakukan negara maju lainnya seperti Korea Selatan dan Jepang yang lebih memilih menciptakan inovasi terhadap pariwisata dan industri kerajinan tangan sebagai masukan ekonomi untuk masyarakatnya.
Armida mengakui, saat ini pemerintah terus berupaya meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif seperti mendorong penciptaan industri perfilman, konser musik, dan orkestra.
"Ini yang harus kita dorong sebagai daya tarik. Sudah seharusnya ekonomi makin maju," tegasnya.
Saat ditanyakan apakah industri pariwisata dan ekonomi kreatif bisa menggantikan sektor perdagangan saat krisis ini, Armida enggan menjawab secara detail, namun dia memastikan industri ini akan terus meningkat, apalagi melihat eropa yang kondisi pariwisatanya terus menurun.





