Indonesia Suplai 80% Kebutuhan Rotan Dunia

Indonesia Suplai 80% Kebutuhan Rotan Dunia
Ilustrasi pengrajin rotan ( Foto: Antara/Iggoy El Fitra )
Eva Fitriani / EVA Selasa, 22 Desember 2015 | 17:29 WIB

Jakarta – Indonesia menjadi negara pengekspor rotan terbesar di dunia, mengalahkan eksportir lainnya seperti Malaysia, Filipina, dan negara Asia lainnya. Setiap tahunnya, Indonesia menyuplai 80% kebutuhan rotan dunia dan sekitar 90% rotan dihasilkan dari hutan tropis di pulau Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Sementara sisanya dihasilkan dari budidaya rotan.

“Rotan merupakan salah satu penghasil devisa negara yang cukup besar. Indonesia dikenal sebagai negara pengekspor barang kerajinan berbahan dasar rotan dan sebagai pemasok bahan baku produk rotan terbesar di dunia,” kata Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Manajemen Djunaedi, Selasa (22/12).

Djunaedi mengungkapkan, salah satu penghasil rotan terbesar di Indonesia adalah Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Dari 13 kecamatan di Katingan, tercatat 10 di antaranya merupakan wilayah penghasil rotan.

Tak heran jika Kabupaten Katingan mampu menghasilkan produksi rotan asalan hasil budidaya mencapai 600-800 ton/bulan yang berasal dari 10 kecamatan, dan menjadikan rotan merupakan produk unggulan di samping produk lainnya seperti kayu, damar, karet, dan lain-lainnya.

Berdasarkan data dari Kementerian Kehutanan, jenis rotan yang banyak diusahakan masyarakat Katingan meliputi rotan taman (sega dan irit), rotan marau/manau, dan rotan sabutan. Pemilihan jenis andalan rotan ini antara lain karena memiliki nilai ekonomi tinggi, menghasilkan batang berkualitas, dan banyak dimanfaatkan.

Kerajinan rotan yang dihasilkan masyarakat Katingan memiliki ciri yang sangat khas jika dibandingkan kerajinan rotan dari Pulau Jawa. Kerajinan rotan Katingan menggunakan motif khas Dayak, seperti kemang atau burung tingang. Motif-motif tersebut memang sudah melekat dengan kebudayaan dan menjadi ciri etnisitas Suku Dayak. Aneka kerajinan rotan yang dihasilkan para perajin Kabupaten Katingan tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, namun juga telah dipasarkan ke luar negeri, terutama Eropa.

Sumber: Investor Daily