Pelni Mulai Operasikan Trayek Pelayaran Perintis

Pelni Mulai Operasikan Trayek Pelayaran Perintis
Ilustrasi Kapal Pelni
Thresa Sandra Desfika / MUR Jumat, 15 Januari 2016 | 12:30 WIB

Jakarta - PT Pelni mulai mengoperasikan 46 trayek pelayaran keperintisan penumpang secara bertahap sejak hari ini (Jumat, 15/1). Pengoperasian trayek-trayek yang ditugaskan oleh pemerintah itu dilakukan dengan menggunakan 46 kapal negara perintis.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemhub) Bobby R Mamahit mengatakan, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 2/2016 dan Peraturan Menteri Perhubungan (PM) Nomor 6/2016 telah diterbitkan sebagai aturan main penunjukan Pelni dalam mengoperasikan 46 trayek perintis tersebut. Dia juga sudah menginstruksikan kepada sekitar 26 Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) atau Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) yang ditunjuk sebagai pelabuhan pangkal untuk mengadakan kontrak dengan PT Pelni cabang setempat.

“Perintah hari ini dijalankan, Jadi kontraknya dijalankan per hari ini. Ya, pasti akan secara bertahap. Jadi, kontraknya itu ada di 26 pelabuhan pangkal yang di bawah KSOP atau UPP,” kata Bobby di Jakarta, Jumat (15/1).

Dia mengungkapkan, pemerintah menunjuk operator pelayaran pelat merah itu dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya lantaran Pelni sudah mempunyai jaringan pelayaran nasional yang kuat sehingga trayek perintis yang dioperasikan, diharapkan dapat terkoneksi dengan jaringan itu. Dengan adanya satu operator pada 46 trayek ini, Kemhub juga menginginkan keseragaman pelayanan di rute-rute itu kepada para penumpangnya.

“Pelni juga sudah mempunyai pengalaman dalam pelaksanaan penugasan angkutan laut baik penumpang maupun barang dari pemerintah. Mereka juga mempunyai manajemen dan sumber daya manusia yang memadai,” jelas dia.

Bobby mengatakan, untuk besaran subsidinya, alokasi yang disiapkan untuk Pelni dalam mengoperasikan kapal perintis itu semula senilai Rp 574 miliar, namun angka itu diambil saat Pelni diproyeksikan mengoperasikan 52 kapal negara. Karena itu, dengan penunjukan menjadi 46 trayek, nilai subsidi yang diperoleh akan dikurangi. “Nanti kami akan hitung-hitung lagi,” imbuh Bobby.

Sementara itu, pemerintah tetap membuat 96 trayek perintis tahun ini, yakni dengan penunjukan Pelni di 46 trayek dan sisanya dioperasikan oleh perusahan pelayaran swasta. Bobby menyatakan, terdapat enam kapal negara yang tidak jadi dioperasikan oleh Pelni. Karena itu, Kemhub akan menyerahkannya kepada swasta yang nama perusahaannya sudah didapat menyusul penyelenggaraan tender tidak mengikat pada Oktober 2015.

Sumber: Investor Daily