Garap WKP Gunung Lawu, PGE Kucurkan Investasi Awal US$ 50 Juta

Ilustrasi (JG/Reuters/Beawiharta)

Oleh: Retno Ayuningtyas / WBP | Rabu, 2 Maret 2016 | 17:01 WIB

Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) menyiapkan dana US$ 50 juta untuk eksplorasi wilayah kerja panas bumi (WKP) Gunung Lawu pascamemenangkan lelangnya.

Sekretaris Perusahaan Pertamina Geothermal Energy Tafif Azimuddin menuturkan, pascamemenangkan WKP Gunung Lawu, pihaknya akan langsung melaksanakan survei detail geologi, geokimia, dan geofisikan untuk memperoleh data sistem panas bumi dan potensi yang bisa dibor. Langkah ini perlu dilakukan lantaran kapasitas yang disebut dalam lelang 165 MW baru berupa perkiraan sehingga masih diperlukan pembuktian melalui pemboran eksplorasi.

“Kebutuhan investasi di tahap eksplorasi ini sekitar US$ 50 juta untuk biaya infrastruktur dan pemboran tiga sampai lima sumur eksplorasi,” kata dia di Jakarta, Rabu (2/3).

Eksplorasi harus dilakukan sebelum PGE menyusun rencana pengembangan WKP Gunung Lawu. Pasalnya, tutur Tafif, tahap eksplorasi memiliki risiko terbesar di mana prosentasi keberhasilan pemboran eksplorasi hanya 50 persen. Sehingga, masih ada kemungkinan kegagalan pemboran eksplorasi. “Jadi sebelum dapat melewati tahap eksplorasi, kami juga belum dapat banyak bercerita tentang rencana pengembangannya,” ujar dia.

Terkait target operasi, Tafif menyebutkan pihaknya akan mengikuti aturan yang berlaku. Dalam Peraturan Pemerintah ditetapkan masa eksplorasi panas bumi selama tiga tahun dan tahap pengembangan lima tahun.

Sesuai pengumuman lelang, wilayah kerja panas bumi Gunung Lawu memiliki luas 60.030 hektare (ha). Cadangan terduga uap panas bumi di wilayah ini tercatat sebesar 195 MW. Namun, rencana kapasitas pengembangannya hanya 165 MW. Proyek ini ditargetkan bisa beroperasi pada 2022.


Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT