Modal Dasar Perseroan Terbatas Rp 50 Juta i

Ilustrasi UMKM.

Oleh: Novy Lumanauw / JAS | Senin, 11 April 2016 | 10:28 WIB

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perubahan Modal Dasar Perseroan Terbatas. PP yang ditandatangani presiden pada 21 Maret lalu itu berisi kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kemudahan berusaha bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta untuk melaksanakan ketentuan Pasal 32 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT).

Mengutip laman resmi Sekretariat Negara, Senin (11/4, disebutkan modal dasar PT paling sedikit adalah Rp 50 juta, di mana salah satu atau seluruh pihak pendiri PT memiliki kekayaan bersih sesuai kriteria UMKM sebagai modal dasar yang ditentukan berdasarkan kesepakatan para pendiri PT.

Berdasarkan PP tersebut, modal dasar PT paling sedikit 25 persen harus ditempatkan dan disetor penuh, yang dibuktikan dengan bukti penyetoran yang sah.

“Bukti penyetoran yang sah sebagaimana dimaksud wajib disampaikan secara elektronik kepada menteri dalam waktu paling lama 60 hari terhitung sejak tanggal akta pendirian perseroan terbatas ditandatangani,” demikian bunyi Pasal 2 Ayat (2).

PP ini juga menegaskan, undang-undang (UU) yang mengatur kegiatan usaha tertentu dapat menentukan jumlah minimum modal PT yang lebih besar dari pada ketentuan modal dasar sebagaimana dimaksud dalam PP ini.

Menurut PP Nomor 7 Tahun 2016, PT yang didirikan dengan modal dasar seperti tercantum pada Pasal 32 Ayat (1) UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, dapat menjalankan usahanya tanpa harus menyesuaikan modal dasarnya.

Selain itu, permohonan pengesahan badan hukum perseroan terbatas yang sedang diproses, tetap diproses berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

“Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan,” demikian bunyi Pasal 5 Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2016, yang telah diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly pada 22 Maret 2016.



Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT