JK Beberkan Alasan Minta Jack Ma Jadi Penasihat E-Commerce Indonesia

JK Beberkan Alasan Minta Jack Ma Jadi Penasihat E-Commerce Indonesia
Presiden dan ibu Iriana Widodo (kedua kiri) disambut Chairman and Chief Executive Alibaba Group Jack Ma (tengah) di kampus Xixi di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok, Jumat 2 September. ( Foto: Antara )
/ FMB Sabtu, 10 September 2016 | 09:35 WIB

Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan diundangnya pendiri sekaligus CEO e-commerce terbesar di Tiongkok, Alibaba Group, yaitu Jack Ma sebagai penasihat terkait pengembangan industri perdagangan elektronik (e-commerce) di Indonesia akan menguntungkan dua belah pihak.

JK meyakini industri e-commerce di Tanah Air akan lebih baik dengan adanya nasihat dari Jack Ma. Sedangkan, Alibaba akan untung karena akan memiliki jejaring di Indonesia, negara dengan potensial pasar sebanyak 250 juta jiwa.

"Barang-barang produksi industri Indonesia juga dipasarkan lewat Alibaba sekarang ini. Oleh karena itu, oleh menteri Rudiantara (Menkominfo) sekalian untuk memberikan warna Indonesia lebih baik. Di sini juga bisa berikan nasihat. Ada kerja sama, dua-duanya saling menguntungkan. Menguntungkan Indonesia agar mempunyai e-commerce yang baik tapi juga Alibaba bisa punya channel ke Indonesia dengan penduduk yang besar ini," ungkap JK di kantor Wapres, Jakarta, Jumat (9/9).

Menurut pandangannya, usaha e-commerce tidak akan menguntungkan kalau hanya dikembangkan di negara dengan jumlah penduduk sedikit, seperti di Singapura. Atas dasar itulah, JK mengatakan bahwa Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta adalah pasar yang bagus untuk industri e-commerce.

Seperti diberitakan, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengajak Jack Ma untuk menjadi penasihat pengembangan industri e-commerce di Tanah Air.

Dalam pertimbangannya, industri e-commerce di Indonesia harus diperbaiki sebab potensi yang bisa dihasilkan dari industri tersebut bisa mencapai US$ 130 miliar pada tahun 2020. Atas dasar itu, dibutuhkan seorang penasihat yang telah terbukti mengembangkan industri perdagangan online tersebut di dunia, seperti Jack Ma.





Sumber: Suara Pembaruan