Survei Kantar: Konsumsi Masyarakat di Luar Rumah Lebih Tinggi

Seorang barista menyediakan menu di cafe dengan tema java jazz setelah grand launching pada Jumat, (9/1) bertempat di Pasific Place Mall, Jakarta. (BeritaSatu Photo / Gugun A. Suminarto)

Oleh: Euis Rita Hartati / ERH | Minggu, 16 Oktober 2016 | 22:35 WIB

Jakarta – Survei yang dilakukan Kantar Worldpanel Indonesia menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat terutama di perkotaan, baik untuk makanan atau minuman, ternyata lebih banyak dilakukan di luar rumah.

"Beberapa kategori minuman atau makanan yang siap dikonsumsi, seperti kopi siap minum, minuman soda dan yang lainnya, banyak konsumsi yang dilakukan di luar rumah," kata New Business Development Director - Kantar Worldpanel Indonesia Fanny Murhayati, dalam siaran pers yang diterima Investor Daily, Minggu (16/10).

Dengan melihat data konsumsi dan mengerti kebiasaan yang dilakukan oleh para konsumen di luar rumah, yang digabungkan dengan data konsumsi di dalam rumah, menurut dia, para pemain Fast Moving Consumer Goods (FMCG) dapat melihat secara keseluruhan performa penjualan dari sebuah produk atau kategori.

Untuk kota besar, dalam setahun ke belakang pada kuartal-II 2016, konsumsi yang dilakukan di luar rumah (out of home), untuk kategori minuman isotonik, berkontribusi hingga 53 persen dari total volume penjualan.

Penjualan dari konsumsi di luar rumah juga berkontribusi besar pada kategori-kategori lain seperti kopi siap minum (50 persen), camilan (snack) kentang (49 persen), minuman soda (45 persen), cokelat (42 persen), dan berbagai kategori lainnya.

Saluran perdagangan tradisional seperti pasar dan warung, masih menjadi pilihan utama konsumen dalam membeli berbagai produk makanan & minuman untuk di konsumsi baik di dalam rumah maupun di luar rumah.

Saat ini, pasar tradisional menyumbang hingga 90.2 persen volume penjualan makanan dan minuman FMCG konsumsi di dalam rumah, serta 93.5% volume penjualan makanan & minuman FMCG konsumsi di luar rumah.

Hal ini sangat dimungkinkan karena di area perkotaan pun, kita dapat dengan mudah menemukan berbagai saluran perdagangan tradisional seperti warung, pedagang asongan, dan bahkan pasar tradisional.

Banyak hal menarik yang dapat ditemukan ketika melihat profil dari konsumen suatu kategori atau produk. Karena faktanya, setiap kelompok konsumen memiliki kesukaan yang berbeda-beda dalam mengonsumsi makanan dan minuman.

Contoh yang menarik dapat ditemukan pada kategori cokelat. Berdasarkan data Kantar Worldpanel Indonesia pembelian untuk konsumsi di luar rumah, anak-anak dan remaja adalah konsumen cokelat terbesar. 48.6 persen dari total volume (dalam unit) penjualan cokelat, adalah dari kelompok konsumen anak-anak (usia di bawah 10 tahun), diikuti oleh konsumen remaja (usia 11-20 tahun) yang berkontribusi hingga 29.8 persen dari total volume penjualan. Sementara itu, jika dilihat secara gender, konsumen wanita berkontribusi hingga 55.4 persen dari total volume (dalam unit) penjualan cokelat di area urban Indonesia.

Dari segi kemasan, 64.1 persen volume penjualan datang dari kemasan countline yang masih menjadi pilihan utama konsumen ketika mengonsumsi cokelat di luar rumah. Konsumen juga memilih kemasan countline sebagai pilihan utama untuk konsumsi di dalam rumah.

Pada kategori cokelat, kemasan yang dipilih untuk konsumsi di dalam rumah memang sama, namun pada kategori lain, pilihan konsumen untuk konsumsi di dalam rumah maupun di luar bisa berbeda, seperti contohnya pada kategori teh siap minum (RTD Tea).

Konsumen lebih memilih kemasan gelas/cup untuk konsumsi di dalam rumah (kontribusinya hingga 63.5 persen). Kemasan gelas juga menjadi pilihan utama dalam konsumsi di luar rumah, disamping itu, kemasan botol tidak kalah menariknya, untuk pembelian di luar rumah (sekitar 40 persen kontribusi).




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT