Ilustrasi wisatawan di Bali
Meskipun mengalami peningkatan yang cukup signifikan, relatif lebih rendah dari sasaran yang ditetapkan dalam kebijakan umum anggaran

Pendapatan perkapita masyarakat Bali sebesar Rp18,50 juta pada tahun 2011, mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya yang tercatat Rp17,14 juta juta.

"Meskipun mengalami peningkatan yang cukup signifikan, relatif lebih rendah dari sasaran yang ditetapkan dalam kebijakan umum anggaran (KUA)," kata Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi Bali I Ketut Teneng di Denpasar, hari ini.

Menurut dia, dalam KUA ditetapkan pencapaian perkapita sebesar Rp19,4 juta, namun yang bisa direalisasi Rp18,50 juta.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan Wagub AAN Puspayoga dalam mengendalikan Bali lima tahun, periode 2008-2013 bertekad meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat sebesar 22,36 juta atau dua kali lipat.

Pendapatan perkapita masyarakat Bali pada tahun 2008 sebesar Rp11,18 juta diharapkan meningkat dua kali lipat dalam kurun waktu lima tahun.

Ketut Teneng menjelaskan, pertumbuhan dan perekonomian Bali yang ditopang sektor pariwisata dan berbagai aspek pembangunan lainnya selama ini cukup baik mampu mendorong tingkat kesejahteraan masyarakat serta pembangunan dalam berbagai aspek kehidupan.

Namun pada sisi lain menghadapi kendala, yakni pertumbuhan penduduk yang meningkat tajam dari proyeksi satu persen menjadi 1,91 persen setiap tahunnya.

Hal itu akibat penduduk pendatang dari berbagai daerah di Indonesia, yang awalnya ingin mencari pekerjaan, namun akhirnya menetap, disamping kelahiran secara alamiah.

Kondisi tersebut diharapkan dapat ditangani dengan baik di masa-masa mendatang sehingga penduduk Bali dapat tumbuh seimbang, sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan meningkatkan pendapatan perkapita, harap Ketut Teneng.

Penulis: /FEB