Tambang PT Freeport Indonesia di Papua.

Pemerintah Terbitkan Izin Ekspor Konsentrat Freeport dan Amman

Tambang PT Freeport Indonesia di Papua. (Mining Global)

Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerbitkan rekomendasi izin ekspor konsentrat tembaga bagi PT Freeport Indonesia dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Rekomendasi ini menjadi dasar bagi Kementerian Perdagangan untuk menerbitan izin ekspor.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot mengatakan izin ekspor diterbitkan setelah kedua perusahaan itu mengajukan permohonan. Surat permohonan PT FI Nomor 571/OPD/II/2017, tanggal 16 Februari 2017. Sementara rekomendasi ekspor bagi PT AMNT dikeluarkan berdasarkan surat permohonan Nomor 251/PD-RM/AMNT/II/2017, tanggal 17 Februari 2017. "Sudah diterbitkan rekomendasinya. Sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Bambang di Jakarta, Jumat (17/2).

Bambang menuturkan persetujuan rekomendasi ekspor ini diberikan dengan mengacu Peraturan Menteri ESDM No. 6 tahun 2017 dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 1/M-DAG/PER/1/2017 Tahun 2017. Adapun salah satu syaratnya terkait kewajiban membangun fasilitas pemurnian mineral (smelter) di dalam negeri. Kedua perusahaan itu diberi waktu selama lima tahun dalam membangun smelter. "Mereka telah menyatakan komitmennya membangun smelter," ujarnya.

Pemberian izin ekspor ini seiring dengan perubahan status kedua perusahaan itu dari kontrak karya menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK). Pasalnya sejak 11 Januari 2017 pemerintah hanya mengizinkan IUPK untuk ekspor konsentrat selama lima tahun. Sedangkan kontrak karya bisa ekspor konsentrat jika beralih statusnya menjadi IUPK.

Kementerian ESDM telah mengabulkan permohonan Freeport dan AMNT menjadi IUPK pada 10 Februari kemarin. Permohonan itu diajukan oleh Freeport pada 26 Januari 2017 kemarin dan AMNT mengajukan pada 25 Januari 2017 kemarin.



Rangga Prakoso/WBP

BeritaSatu.com