BKPM Jaring Minat Investasi Jerman US$ 800 Juta

Kepala BKPM Thomas Lembong. (Antara/Puspa Perwitasari)

Oleh: / PCN | Senin, 20 Maret 2017 | 15:23 WIB

Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menjaring minat dua perusahaan asal Jerman untuk menanamkan modal di proyek investasi smelter nikel senilai US$ 800 juta (setara Rp 10,4 triliun, kurs Rp 13.000 per dolar AS).

Perusahaan asal Negeri Panser menyatakan minat untuk bekerja sama dengan BUMN pertambangan Indonesia dalam proyek tersebut.

"Kami bertemu dengan perusahaan-perusahaan Jerman yang berminat menanamkan modalnya di Indonesia di antaranya adalah perusahaan Jerman dengan rencana investasi US$ 800 juta, sementara satu perusahaan lainnya di bidang usaha sektor gas belum menyebutkan berapa nilai investasinya," kata Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong dalam siaran pers di Jakarta, Senin.

BKPM melakukan kunjungan kerja ke beberapa negara di Eropa pada tanggal 15-22 Maret 2017 untuk mempromosikan Indonesia sebagai salah satu destinasi investasi yang atraktif bagi perusahaan Eropa.

Beberapa negara yang dikunjungi di antaranya Jerman, Prancis Swedia, Inggris, dan Denmark.

Kunjungan kerja tersebut juga merupakan bagian dari upaya pemasaran untuk mendukung pencapaian target investasi tahun 2017 yang dipatok pada angka Rp 678,8 triliun.

Menurut Thomas, kunjungan kerja yang dilakukan juga dimanfaatkan untuk bertemu dengan beberapa fund managers (pengelola keuangan) maupun perbankan di Jerman.

"Jerman merupakan salah satu negara penting di Eropa yang juga merupakan kontributor utama investasi di Indonesia," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kondisi perekonomian Indonesia yang relatif stabil ditambah dengan fundamental makro ekonomi yang solid serta dukungan arus investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) yang tinggi merupakan daya tarik investasi utama bagi perusahaan Jerman.

"Tahun lalu FDI yang masuk ke Indonesia mencapai US$ 28,9 miliar, naik 8,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jerman menyumbang US$ 133 juta dari total nilai FDI tersebut," ungkapnya.

Turut mendampingi dalam kunjungan Kepala BKPM di Jerman tersebut Konjen RI Frankfurt Ibu Wahyu Heruesti, Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Himawan Hariyoga, Chief Country Officer Deutche Bank Kunardy Lie dan Managing Director of EKONID (Kamar Dagang dan Industri Jerman-Indonesia) Jan Rnnfeld.

Aliran penanaman modal dari Eropa yang dalam lima tahun terakhir mengalir ke Indonesia sebesar US$ 13,3 miliar (setara dengan Rp 172,9 triliun dengan kurs rupiah Rp 13.000 per dolar AS).

Lima besar investasi dari Eropa yang masuk ke Indonesia adalah dari Belanda, Inggris, Prancis, Luxembourg, dan Jerman.

 

 




Sumber: ANTARA
ARTIKEL TERKAIT