VIDEO: Mochtar Riady: Lulusan PT Perlu Didorong Jadi Pengusaha i

Founder dan chairman Lippo Group Mochtar Riady memberi paparan saat kuliah umum bertajuk "Entrepreneurship Wisdom by Mochtar Riady" yang digelar Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, 21 April 2017.

Oleh: Stefi Thenu / WBP | Jumat, 21 April 2017 | 18:42 WIB

Semarang- Founder dan Chairman Lippo Group Mochtar Riady merasa prihatin karena kurikulum pendidikan khususnya Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia belum mampu mencetak lulusan yang siap menjadi pengusaha atau enterpreneur. Para mahasiswa hanya disiapkan bekerja menjadi karyawan.

"Akibatnya, target pemerintah meningkatkan jumlah wirausahawan sulit tercapai. Sebab, sebagian besar para sarjana menggantungkan hidup sebagai karyawan," kata Mochtar usai berbicara di forum "Entrepreneurship Wisdom by Mochtar Riady" di kampus Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, Jumat (21/4).

Pria yang dijuluki pengusaha bertangan emas ini mengatakan, memilih karir berwirausaha merupakan hal luar biasa. Saat ini para sarjana yang berwirausaha umumnya karena memiliki latar belakang keluarga pengusaha. "Kalau pun mereka menjadi wirausaha karena kondisi, bukan produk dari tempat mereka belajar," kata dia

Padahal menurut Mochtar, tantangan globalisasi semakin berkembang.

Sementara dalam pemaparannya, Mochtar Riady mengungkapkan, strategi khusus untuk menghadapi tantangan zaman agar Lippo Group bisa berinteraksi dalam kancah global diibaratkan seperti mengejar kuda dengan menunggang kuda. Beberapa tahun silam, ketika perekonomian dunia masih berkiblat di Amerika Serikat, Mochtar memanggil pebisnis dari negara Paman Sam tersebut untuk memegang sejumlah bidang usahanya. "Karena itu, saya dapat berlari kencang dengan menunggang kuda tersebut," jelasnya.

Kini setelah zaman berubah dan perekonomian dunia bergeser ke Tiongkok, ia juga mengundang ahli dari negara tersebut. Dengan bekal pengetahuan dan pengalamannya, Mochtar memadukan antara teori ekonomi dengan praktik di lapangan. "Langkah tersebut mengantar Lippo Group masuk ke dalam masyarakat global secara aktif dan produktif," ungkap Mochtar.

Mochtar mengisahkan bagaimana mengundang puluhan pakar pasar modal dan keuangan dari Amerika Serikat (AS) untuk modernisasi dan standarisasi struktur dan manajemen Lippo Group.  "Lippo Bank mulai go public menghimpun dana. Kami sebut itu sebagai langkah globalisasi kapital," tegas Mochtar.










Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT