RI Ekspor Perdana Gurita Beku ke Jepang

Ilustrasi Ekspor (antara) ()

Oleh: / WBP | Minggu, 14 Mei 2017 | 13:29 WIB

Jakarta- Pemerintah Indonesia melalui badan usaha milik negara (BUMN) PT Perikanan Nusantara (Perinus) melakukan ekspor perdana sebanyak 30 ton gurita dalam bentuk olahan bahan baku yang sudah dibekukan melalui Pelabuhan Makassar menuju ke Pelabuhan Prefektur Ibaraki, Jepang.

"Kami berharap PT Perinus dapat memanfaatkan alat pengolahan gurita bantuan JICA (Japan International Cooperation Agency) untuk peningkatan kualitas dan nilai tambah produk gurita yang ada di Sulawesi Selatan khususnya, serta Indonesia pada umumnya," kata Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Nilanto Perbowo, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (14/5).

Nilanto Perbowo mengapresiasi bahwa pada tahun 2017 ini, PT Perinus menargetkan akan mengekspor hingga sebesar 1.000 ton gurita beku ke Jepang.

Ekspor ini merupakan tindak lanjut kerja sama Indonesia dengan JICA. PT Perinus adalah salah satu BUMN yang ditunjuk KKP melalui Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan untuk mengelola instalasi pengolahan gurita beku hibah dari JICA.

Sebagai operator, PT Perinus berhasil mengolah gurita beku dengan kualitas ekspor sehingga dapat melakukan ekspor perdana itu ke Ajirushi Company di Jepang, perusahan swasta yang ditunjuk JICA dalam kerja sama pengolahan gurita dengan KKP.

Nilanto mengungkapkan Ditjen PDSPKP akan terus bekerja sama dan melakukan pembinaan terhadap PT Perinus dalam pelaksanaan ekspor olahan gurita beku ini.

Selain itu, ujar dia, pihaknya juga akan melakukan pembinaan kepada nelayan agar dapat menghasilkan tangkapan gurita yang banyak, dengan tetap menjaga keberlanjutannya. "Hal ini tentu sangat penting untuk menjaga mutu gurita sebagai salah satu komoditas ekspor, yang kita harapkan bisa menjadi satu andalan ekspor Indonesia ke depannya," ujar Nilanto Perbowo.




Sumber: ANTARA
ARTIKEL TERKAIT