Ilustrasi BTS Telkomsel di perbatasan

Maksimalkan Layanan, Operator Harus Penuhi Pemerataan Jaringan

Ilustrasi BTS Telkomsel di perbatasan (Dok. Telkomsel)

Malang - Pemerataan jaringan merupakan salah hal yang harus dipenuhi industri telekomunikasi di dalam negeri agar bisa maksimal melayani pelanggannya dan masyarakat secara luas di tanah air.

Selain pemerataan jaringan, harga layanan juga harus terjangkau bagi masyarakat, tetapi operatornya masih bisa mendapat keuntungan yang wajar. Dan satu hal lagi yang tak kalah penting adalah bagaimana operator bisa berkelanjutan (sustain), bertahan, dan bisa membangun jaringan yang lebih luas.

"Idealnya, industri telekomunikasi memenuhi tiga hal itu,” kata Dirut Telkomsel, Ririek Adriansyah, di Batu, Malang, Kamis (18/5).

Disebutkan, negara kita ini terdiri dari ribuan pulau, sehingga tantangan membangun jaringan jauh lebh besar dibandingkan negara lain seperti Malaysia yang luasnya lebih simple. Meski demikian, kata Ririek, pemerataan jaringan mesti dilakukan, karena masyarakat kita di pelosok dari Sabang hingga Merauke juga berhak mendapatkan layanan yang sama, tidak hanya yang ada di kota-kota.

"Jaringan harus merata di mana-mana. Tidak hanya deerah-daerah tertentu, tetapi merata," imbuhnya.

Sedang keberlanjutan membangun jaringan yang lebih luas agar terjadi pemerataan jaringan hingga ke pelosok sangat erat kaitannya dengan penetapan tarif.

"Nah, kalau harga terlalu murah itu juga kelihatannya baik untuk masyarakat tapi itu jangka pendek karena terlalu murah kemudian operatornya tidak bisa sustain dan tidak bisa mengembangkan layanannya maka jangka panjangnya juga akan merugikan masyarakat. Karena layananya menjadi buruk atau bahkan lebih ekstrem lagi mereka tidak bisa mengembangkan networknya lagi,” tuturnya.

Namun, Ririek menegaskan, soal harga mahal murah tarif telepon sebenarnya sangat relatif karena hal itu terkait dengan biaya memberikan layanan baik atau biaya mengembangkan network. "Kita di Indonesia ini termasuk yang paling murah mungkin ketiga termurah," tandasnya.

Ririek melanjutkan, kalau mau membandingkan soal harga, seharusnya dibandingkan juga dengan tarif yang diterapkan operator di negara lain. Selain itu, di dunia ini sebenarnya perangkat dan vendor ya itu-itu juga. Kalau diambil empat besar di dunia, juga sama. Biaya untuk pembangunan BTS juga kira-kira sama. Mungkin kalau biaya tidak sama karena ada pajak impor.

"Tetapi more or less sama. Itu bisa dibuktikan dengan operator lainnya di luar negeri. Bandingkan harga layanan. Mungkin paketnya bisa sedikit berbeda-beda tapi bila dihitung rata-rata sama," imbuhnya.



Investor Daily

Amrozi Amenan/FER

Investor Daily