Tol Palembang - Indralaya Sudah Bisa Dilalui Kendaraan Mudik Lebaran 2017

Tol Palembang - Indralaya Sudah Bisa Dilalui Kendaraan Mudik Lebaran 2017
Suasana di Proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauhuni-Terbanggi Besar di Desa Sabah Balau Lampung Selatan, Lampung, 6 Juni 2016. ( Foto: Antara/Tommy Saputra )
Siprianus Edi Hardum / EHD Rabu, 24 Mei 2017 | 21:53 WIB

Palembang – Pemerintah terus serius membangun jalan tol trans Sumatera sepanjang 2.800 meter. Sampai saat ini, pembangunan sedang digencarkan di daerah Sumatera Selatan (Sumsel). Seperti Jalan tol Palembang - Indralaya pintu pertama sudah bisa dilalui kendaraan saat musim mudik Lebaran 2017 ini.

Demikian dikatakan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basoeki Hadimoeljono, saat meninjau pembangunan jalan tol pembangunan tol Palembang – Indralaya, Rabu (24/5). Selain Menteri PUPR, yang ikut dalam peninjauan tersebut adalah Menteri Keuangan, Sri Mulyani, dan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Basoeki mengatakan, pembangunan sesuai tahapan sehingga seksi pertama Palembang - Pemulutan sudah bisa dilalui. Pada ruas tahap pertama sepanjang 12 km dari 22 km panjang tol itu, sudah bisa dilalui dan sudah dilapisi aspal. “
Jadi yang sudah diaspal tersebut bisa dilalui kendaraan saat mudik Lebaran nanti. Ini berarti pengerjaan jalan tol tersebut sesuai rencana dan tidak ada hambatan berarti,” kata dia.

Menurut Basoeki, pembangunan jalan tol ini ditargetkan selesai akhir 2018. Mengenai hambatan, menurut dia, sampai sekarang belum ada hambatan yang berarti dan pembangunan tetap dimaksimalkan.

Begitu juga mengenai pembebasan lahan hanya beberapa lagi yang belum dan proses ganti rugi terus dilaksanakan, ujar menteri.
Menurut Basoeki, keikutsertaan dua menteri yang lain itu untuk melihat langsung pembangunan infrastruktur termasuk realisasi penyerapan anggaran. Hal ini karena pembangunan fasilitas pendukung Asian Games itu menggunakan dana pemerintah sehingga pengawasan diutamakan, tambah menteri.

Rusunami Jakabaring

Selain meninjau pembangunan jalan tol tersebut, tiga menteri tersebut juga meninjau pembangunan rumah susun sederhana milik (Rusunami) Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, yang terdiri atas 1.226 unit dengan 12 lantai. “Rusunami tersebut akan selesai pembangunannya akhir Januari 2018,” kata Basoeki.

Ia mengatakan, proyek yang dikerjakan oleh tiga intitusi sekaligus ini yakni pemerintah provinsi, PT Perumnas dan PT Nindya Karya akan digunakan terlebih dulu untuk atlet dan ofisial Asian Games XVIII/ 2018. "Ada tiga tower yang dibangun dan sudah 66 persen unitnya dipesan oleh masyarakat," kata Basoeki.

Basoeki mengatakan, unit rusunami ini akan diisi perabotan layaknya apartemen. Selain itu, meski sudah selesai pada Januari, unit-unitnya tidak boleh digunakan oleh pemilik karena dalam perjanjian diputuskan harus digunakan terlebih dahulu untuk kepentingan atlet dan ofisial Asian Games XVIII tahun 2018. "Targetnya rumah ini untuk kalangan PNS, dan yang boleh memilikinya yakni mereka yang belum ada KPR," ujar dia.

Selain membangun rusunami, terkait Asian Games, pemerintah juga membangun rumah susun sewa (rusunawa) di Kompleks Olahraga Jakabaring. Tiga menteri tersebut juga memantau pembangunan Light Rail Transit, Jalan Tol Kayuagung-Palembang-Betung, Stadion Menembak, dan Arena Dayung.

 



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE