Peran Branding Dinilai Semaking Penting i

Pengajar dan pakar bidang BioMarketing dan Futures Research dari DCU Business School Irlandia, Luiz Moutinho, dalam seminar Branding Update: A New Perspective in Branding World dengan topik The Future of Branding, di Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta Selatan, Rabu 31 Mei 2017.

Oleh: Chairul Fikri / FER | Kamis, 1 Juni 2017 | 21:24 WIB

Jakarta - Penguatan merek atau branding mengambil peran penting dalam proses diterimanya sebuah produk oleh konsumen atau masyarakat luas.

Pengajar dan pakar bidang Bio Marketing dan Futures Research dari DCU Business School, Irlandia, Luiz Moutinho, mengatakan, branding merupakan perluasan dari peran marketing di sebuah perusahaan tak boleh dianggap remeh. Tanpa branding, lanjut dia, produk tidak bisa bertahan lama, dan bahkan bisa ditolak konsumen.

"Peran branding semakin penting di masa depan. Namun, ada pergeseran besar yang sudah mulai kita alami saat ini terkait cara perusahaan menguatkan merek," kata Luiz Moutinho, dalam seminar Branding Update: A New Perspective in Branding World dengan topik The Future of Branding yang diselenggarakan Program S1 Branding Sekolah Bisnis dan Ekonomi, Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta Selatan, Kamis (31/5).

Lebih lanjut, Luis mengungkapkan, ada dua fenomena besar yang menggeser cara perusahaan dalam menguatkan merek atau brand miliknya.

"Berbaliknya ayunan pendulum menuju merek nasional, yang akan menguat di atas merek-merek global. Dengan metode itu, makin banyak terlihat saat ini merek-merek nasional menguasai pasar daripada merek-merek dunia. Ini bisa terjadi karena konsumen mempertimbangkan produk lebih karena fungsi dan manfaat daripada karena merek," ungkap Luiz Moutinho.

Ditambahkan Moutinho, penolakan konsumen pada gagasan-gagasan branding yang tak bermakna membuat iklan yang ada di media elektronik tak bisa menjamin keberhasilan perusahaan mengenalkan produk terbarunya kepada konsumen.

"Iklan televisi yang mahal dan tak berarti, yang mencoba menciptakan kesadaran akan merek tertentu, tanpa menyampaikan pesan yang jelas mengenai nilai atau layanan produk adalah contohnya. Tentu saja, jika tujuannya hanya untuk mengelabui orang agar membeli, mungkin iklan itu bisa sangat efektif," lanjutnya.

Senada dengan Moutinho, Dekan Sekolah Bisnis dan Ekonomi Universitas Prasetiya Mulya, Agus W Soehadi, menilai, kegiatan branding yang terarah, menjadikan produk tersebut menjadi kuat di benak konsumen, dan menjadi pemimpin dalam persaingan pasar.

"Branding merupakan the heart and the soul of the product and the company yang dibangun dari berbagai disiplin ilmu dalam menciptakan added value, persepsi dan juga pengalaman yang akan berdampak pada nilai dari merek itu sendiri di masa depan. Branding memiliki peran utama yang menjadi dasar bagi tiap pengambilan keputusan yang dilakukan oleh perusahaan," tutupnya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT