ESDM Dorong Daerah Penghasil Migas Aktif dalam PI 10%

Ilustrasi Kilang Minyak dan Gas di Lepas Pantai (Istimewa)

Oleh: Rangga Prakoso / WBP | Senin, 19 Juni 2017 | 16:35 WIB

Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong pemerintah daerah aktif berpartisipasi atas kepemilikan 10 persen pada Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi. Hal tersebut mengemuka dalam sosialisasi implementasi Participating Interest (PI) 10 persen khususnya untuk wilayah Timur Indonesia. Acara tersebut memberikan penjelasan dan pemahaman terkait implementasi Peraturan Menteri ESDM No. 37 Tahun 2016.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatajan pemerintah daerah didorong untuk berpartisipasi aktif dalam PI 10 persen karena ini merupakan hak dari daerah atas kepemilikan sumber daya minyak dan gas di wilayahnya masing-masing. Kementerian ESDM dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) berupaya menyederhanakan izin untuk PI 10 persen. Hal ini harus dibarengi dengan partisipasi aktif pemerintah daerah.

"Partisipasi aktif daerah dibutuhkan untuk PI 10 persen, yaitu untuk memperlancar dan menyederhanakan izin-izin daerah untuk KKKS dapat beroperasi, karena semakin lama izin daerah keluar, semakin lama juga pembagian deviden. Daerah agar tidak menerbitkan perda-perda yang tidak memberi nilai tambah pada petroleum operation. Kerja sama antara pemda dan KKKS akan mempercepat pembagian deviden," kata Arcandra dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (19/6).

Arcandra mengungkapkan Peraturan Menteri ESDM No. 37 Tahun 2016 bertujuan untuk meningkatkan peran serta daerah dalam pengelolaan migas oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau oleh Perusahaan Daerah (Perusda). PI 10 persen tidak bisa diperjualbelikan atau dialihkan atau dijaminkan. BUMD tersebut disahkan melalui peraturan daerah dan berbentuk perusahaan daerah (perusda) dengan kepemilikan saham 100 persen atau perseroan terbatas dengan kepemilikan saham 99 persen milik pemda dan sisanya terafiliasi dengan Pemda setempat.

Sesuai dengan beleid 37/2016 itu penawaran PI 10% dilaksanakan melalui skema kerja sama melalui pembiayaan oleh kontraktor dan pengembalian pembiayaan diambil dari bagian BUMD/Perusda dari hasil daerah, tanpa dikenakan bunga, dapat dikembalikan setiap tahunnya secara kelaziman bisnis dan jangka waktu pengembalian dimulai pada saat produksi sampai dengan terpenuhinya kewajiban. "Dengan Permen ini, cara pembayarannya pun kita atur melalui deviden mereka, kalau menggunakan APBD 10 persen itu berat, kembali lagi semangat PI 10 persen adalah kepemilikan daerah," ujar Wamen.

Permen ini pun disambut baik oleh Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak. "Syukur alhamdullih di era kabinet kerja ini, keberpihakan pemerintah pusat sangat jelas terhadap pemerintah daerah terutama untuk PI 10%. Permen ESDM No. 37 Tahun 2016, masalah pendanaan BUMD serta pembagian porsi BUMD dapat terselesaikan, sehingga perselisihan antar daerah dapat diselesaikan, serta kesejahteraan masyarakat di wilayah penghasil migas pun akan terangkat," ujarnya.

Hal-hal yang harus diperhatikan dari PI 10 persen adalah pembagian kewenangan daerah yaitu daratan 1 provinsi atau perairan 0-4 mil diberikan kepada 1 BUMD (pembentukannya dikoordinasikan oleh Gubernur melibatkan Bupati/Walikota). Perairan 4-12 mil BUMD Provinsi (pelaksanaannya dikoordinasikan Gubernur). Daratan atau perairan lebih dari 1 provinsi kesepakatan antara Gubernur.

Dalam hal tidak dapat dicapai kesepakatan dalam waktu 3 bulan, Menteri menetapkan besaran participating interest masing-masing provinsi. Pembagian persentase didasarkan pada luasan reservoir cadangan migas pada masing-masing wilayah.Sedangkan untuk perairan lepas pantai diatas 12 mil, Menteri yang akan menetapkan kebijakan penawaran PI 10 persen.

"Untuk menjamin keberlangsungan investasi, PI 10 persen ini pun memiliki sanksi terhadap BUMD atau PT atau BUMN yang tidak memenuhi ketentuan dalam Permen 37/2016, Menteri dapat memberikan sanksi berupa teguran tertulis, penangguhan atau pembekuan sampai mencabut PI 10 persen," tutup Arcandra.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT