Kemhub Apresiasi Tindakan Garuda Go Around di Soetta i

Ilustrasi Garuda Indonesia

Oleh: Thresa Sandra Desfika / WBP | Senin, 19 Juni 2017 | 16:55 WIB

Jakarta- Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemhub) Agus Santoso menyampaikan apresiasi kepada petugas air traffic controller (ATC) Bandara Soekarno Hatta dan pilot Garuda GA 425 yang sigap melakukan prosedur go around karena di landasan pacu masih ada pesawat Sriwijaya Air yang mengalami masalah teknis.

Hal tersebut diungkapkan Agus menanggapi peristiwa go around pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA 425 rute Denpasar-Jakarta pada Minggu (18/6) di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Tindakan go around atau terbang kembali di saat pesawat sudah siap-siap mendarat di runway adalah salah satu prosedur keselamatan penerbangan. Prosedur go around diatur dalam Civil Aviation Safety Regulation (CASR) 91 tentang General Operating and Flight Rules. "Oleh karena itu, go around termasuk tindakan yang dibenarkan untuk keselamatan dan patut diapresiasi," kata Agus dalam siaran pers, Senin (19/6).

Dari penjelasan Airnav Indonesia, pesawat Garuda tersebut go around pada pukul 15.16 UTC atau jam 22.16 WIB. Go around dilakukan karena pada saat yang bersamaan, masih ada pesawat Sriwijaya Air SJ580 rute Jakarta-Makassar di landasan pacu. Sriwijaya Air tidak jadi terbang karena alasan teknis.

Agus menyatakan terima kasih kepada pihak-pihak yang berkontribusi dalam kejadian keselamatan tersebut dan sigap bertindak sehingga kejadian yang tidak diinginkan bisa dihindari. "Bandara Soekarno Hatta adalah bandara yang sibuk. Setiap menit ada pergerakan pesawat take off dan landing. Dengan demikian diperlukan kecepatan dan kecermatan berpikir dan kesigapan bertindak pada pilot dan ATC dalam menjalankan prosedur keselamatan. Saya apresiasi mereka yang menjalankan prosedur tersebut sehingga kecelakaan penerbangan bisa dihindari," ujarnya.

Di sisi lain, prosedur go around bisa dianggap sebagai bentuk ketidaknyamanan bagi penumpang. Namun karena ini termasuk dalam prosedur keselamatan, Agus meminta agar para penumpang maklum. Menurutnya, keselamatan penerbangan lebih penting karena menyangkut nyawa manusia.

Agus meminta agar operator penerbangan baik itu maskapai dan Airnav ikut memberi penjelasan terkait kejadian ini sehingga tidak terjadi kesimpangsiuran informasi di masyarakat.

Dari sisi regulator, Agus juga menyatakan bahwa saat ini jajaran Direktorat Navigasi Ditjen Perhubungan Udara sudah diturunkan untuk menyelidiki penyebab kejadian tersebut dan mencari jalan keluar sehingga kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. "Semua kejadian yang terkait keselamatan penerbangan harus terdokumentasi dengan baik. Dengan demikian dapat dipelajari untuk membuat antisipasi sehingga kejadian yang sama tidak terulang," pungkasnya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT