DIFS Live Dukung Kemajuan Sektor Peternakan RI

Peternakan ayam potong. (Antara/Rahmad)

Oleh: Imam Suhartadi / IS | Senin, 19 Juni 2017 | 23:00 WIB

Jakarta - DIFS (Dutch-Indonesian Programme On Food Security) Live, program kerjasama antara Kementerian Pertanian RI dan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Jakarta gencar mempromosikan ketahanan pangan dan pengembangan sektor swasta di sektor peternakan Indonesia.

Proyek ini memfokuskan diri pada pengembangan di sektor unggas dan ternak sapi perah di Jawa Barat. Kedua sektor ini menghadapi tantangan dalam kaitannya dengan meningkatnya permintaan dari konsumen perkotaan secara efisien dan berkelanjutan

Setelah sukses pada peluncuran pertama Broiler Signal edisi Bahasa Inggris pada tahun 2014, DIFS Live meluncurkan terjemahannya dalam Bahasa Indonesia. Edisi baru ini tidak hanya diterjemahkan namun juga disesuaikan dengan situasi dan kondisi di Indonesia.

Salinan resmi dari edisi baru dalam bahasa Indonesia diserahkan oleh Lucie Wassink, Atase Pertanian Kedutaan Besar Belanda di Jakarta kepada peternak broiler yang berpartisipasi dalam proyek DIFS (Dutch-Indonesian Programme On Food Security) Live di Kedutaan Besar Belanda di Jakarta.

“Kami sangat bangga menjadi bagian dari peluncuran buku Boiler Signal edisi bahasa Indonesia ini yang akan menjadi panduan yang berguna untuk mengembangkan keahlian praktis maupun kemampuan beternak boiler, ” ujar Lucie di Jakarta, Senin (19/6).

Ayam broiler merupakan ternak yang sangat cepat pertumbuhannya sehingga membutuhkan perawatan yang intens.

"Tidak ada waktu untuk memperbaiki kesalahan karena kesalahan berarti biaya tinggi. Untuk itu, menghindari kesalahan merupakan salah satu hal yang sangat krusial," katanya.

Pengelolaan yang tepat dimulai dengan mengenali sinyal-sinyal pertumbuhan. Buku Broiler Signal memberikan saran praktis untuk peternak unggas, manajer, staf teknis dan dokter hewan untuk mengoptimalkan lingkungan dan kesehatan ayam broiler mereka di Indonesia.

“Buku Broiler Signals mendukung peternak unggas dalam peran mereka sebagai seorang wirausahawan melalui pengelolaan yang optimal dan langsung dapat merasakan hasilnya. Tahap awal ini kami mencetak sekitar 1.500 buku,” katanya.

Buku Broiler Sinyal mengikuti siklus hidup ternak yang cepat berkembang ini. Setiap minggu dibahas secara terpisah dan menunjukkan hal-hal penting yang spesifik sesuai dengan tahapannya. Fokusnya terletak pada prosedur berorientasi ternak, sehingga buku ini sangat penting bagi peternak unggas dan siapa saja yang terlibat secara terus menerus dalam sektor perunggasan.

Bagi peternak unggas, hal ini akan membuatnya waspada saat berada di peternakan unggas, mengawasi dan mendengarkan ternak, memperhatikan lingkungan dan tingkah laku mereka baik sebagai individu maupun dalam kelompok.

Penulis buku Broiler Signals adalah Maarten de Gussem, Kristof van Mullem, Koos van Middelkoop dan Ellen van 't Veer. Buku Broiler Signals ditulis bekerja sama dengan Penyuluh, dokter hewan, Peneliti Ternak Unggas dan tentu saja peternak unggas dari segala penjuru Indonesia dan disesuaikan dengan keadaan dan kondisi di Indonesia!.

Diketahui, DIFS Live dilaksanakan oleh Wageningen University & Research bersama dengan pemangku kepentingan publik dan swasta dalam rantai pasokan. Tujuan dari program DIFS Live adalah untuk mengembangkan model yang layak untuk produksi dalam negeri dan pasokan produk hewani yang terjangkau, bergizi dan aman.

DIFS Live memiliki 4 bidang intervensi utama, yaitu mempromosikan ayam dingin segar, memperbaiki praktik tempat pemotongan unggas dan manajemen rantai dingiin, meningkatkan produktivitas dan pendapatan peternakan ayam broiler, serta memperbaiki praktik pengolahan susu.




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT