Mendag: Industri Ritel Tidak Akan Pernah Mati

Enggartiasto Lukita. (Antara)

Oleh: Ridho Syukro / PCN | Senin, 17 Juli 2017 | 17:54 WIB

Jakarta- Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan industri ritel masih menjadi industri prioritas dalam perekonomian Indonesia. Industri ritel tidak akan pernah mati meskipun saat ini industri e-commerce sedang tumbuh berkembang.

Menurut dia, konsumen Indonesia termasuk konsumen yang setia dan masih ingin berbelanja ke toko dengan melihat barang yang dibeli secara langsung.

"Saat ini industri e-commerce memang tumbuh tetapi pertumbuhannya belum setinggi industri ritel," ujar dia ketika ditemui di Kantornya, Kemdag, Jakarta, Senin (17/1).

Ia mengatakan pertumbuhan industri ritel diperkirakan masih tumbuh double digit dan berkontribusi terhadap PDB hingga 40 persen.

Ia juga memperkirakan industri ritel dan industri e-commerce sama-sama saling melengkapi hingga lima tahun ke depan.

Indonesia termasuk pasar menjanjikan bagi industri ritel karena penduduknya sangat banyak dan sebagian besar adalah masyarakat kelas menengah.

Kebiasaan masyarakat kelas menengah adalah suka berbelanja dan membeli produk-produk baru.

"Industri ritel masih belum tergantikan, saya juga termasuk orang yang kalau belanja harus datang ke toko dan melihat barang langsung," ujar dia.

Sementara itu, para pelaku industri ritel yang tergabung dalam Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) akan memberikan hadiah istimewa bagi ulang tahun Republik Indonesia ke-72 dengan mengadakan pesta belanja diskon berskala nasional pada Agustus 2017 yaitu Hari Belanja Diskon Indonesia (HBD Indonesia).

HBD Indonesia akan diadakan di pusat-pusat perbelanjaan di kota Indonesia mulai dari mal modern, ruko, hingga Bandara pada 17-20 Agustus 2017.

Selain itu, akan diadakan juga festival belanja akbar Happy Birthday Indonesia Festival pada 15-27 Agustus 2017 di Gambir Expo, Jiexpo Kemayoran, Jakarta.

Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah mengatakan HBD Indonesia dibuat untuk memeriahkan ulang tahun Indonesia dan menciptakan tren belanja baru di bulan Agustus.

" Biasanya pesta diskon diadakan ketika Lebaran, sekarang diadakan pada Agustus," ujar dia.

Ia berharap melalui HBD Indonesia, perekonomian semakin stabil dan tentunya meningkatkan daya beli konsumen.

Ketua Panitia HBD Indonesia Fetty Kwartati mengatakan HBD Indonesia ditargetkan untuk menjadi festival belanja, kuliner, musik, hiburan, ritel yang diikuti oleh 200 perusahaan yang mengelola 500 merek lokal dan internasional.

HBD Indonesia juga melibatkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sebagai wujud dukungan terhadap UKM.

HBD Indonesia juga menghadirkan rangkaian acara menarik seperti fashion show, talkshow.

Para konsumen akan memperoleh berbagai promosi yang terkait dengan angka 72 antara lain diskon hingga 72 persen, harga khusus Rp 72.000 hingga beli dua dengan harga Rp 72.000.

Acara ini juga mendapatkan dukungan sponsor dari Bank Mandiri.




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT