PLN Siap Penuhi Kebutuhan Listrik Meikarta

Kawasan "central park" Meikarta. (ID/Emral Firdiansyah)

Oleh: Rangga Prakoso / FER | Rabu, 13 September 2017 | 20:28 WIB

Bekasi - PT PLN bersama 31 pelanggan industri dan bisnis besar menandatangani kontrak transaksi listrik dengan total daya mencapai 630 Megawatt (MW).

Dua kontrak berupa Head of Agreement (HoA), ditandatangani oleh General Manager PLN Distribusi Jawa Barat, Iwan Purwana, dengan Direktur Utama Gunung Steel Group, Endang Rasyid, untuk penambahan daya 200 MW di Bekasi, Jawa Barat.

Direktur PLN Regional Jawa Bagian Tengah, Amir Rosidin, mengatakan, PLN berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan industri dengan memberikan kemudahan pelayanan listrik bagi pelanggan atau calon pelanggan.

"Program pembangunan pembangkit baru sebesar 35.000 MW perlu diserap dengan pembangunan industri dan bisnis baru di Indonesia, untuk itu kami harapkan pengusaha untuk tak perlu merisaukan perihal ketersediaan pasokan listrik," kata Amir di Bekasi, Rabu (13/9).

Amir menuturkan, Gunung Steel mengembangkan bisnisnya seiring dengan program 35.000 MW. Pasalnya, Gunung Steel merupakan salah satu pemasok tower untuk mega proyek ketenagalistrikan. Tercatat, Gunung Steel Group sebagai pelanggan PLN terbesar se-Indonesia dengan total daya terpasang sebesar 415 MW atau setara dengan 1 unit pembangkit listrik tenaga uap skala menengah.

"PLN menggunakan produk-produk mereka sehingga mereka menambah jumlah line produksi," tuturnya.

Pasokan Listrik Meikarta

Sementara itu, General Manager PLN Distribusi Jawa Barat, Iwan Purwana, mengatakan, sebanyak 29 pelanggan lainnya menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli Listrik (SPJBTL) dengan PLN Area Bekasi untuk transaksi listrik dengan total 425 MW. Pelanggan tersebut diantaranya adalah PT Multi Strada Arah Sarana, PT Toyogiri, PT Mulia Keramik, PT Maxxis International.

"PLN siap melayani permintaan listrik untuk industri dan bisnis besar," ujarnya.

Lebih lanjut, Iwan menuturkan, PLN juga siap memenuhi kebutuhan listrik untuk kota baru Meikarta yang sedang dikembangkan di Cikarang, dengan kebutuhan listrik yang diperkirakan mencapai 200 MW. Saat ini, lanjut dia, masih dalam proses pembahasan mengenai detil kebutuhan listriknya.

"Kami akan mengikuti kebutuhan mereka. Jadi ada kebutuhan selama pembangunan, ada juga kebutuhan sesudah dibangun," tuturnya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT