PLN Bangun Kabel Bawah Tanah Rp 300M untuk Madura

Ilustrasi (Antara/Muhammad Adimaja)

Oleh: Heru Andriyanto / HA | Rabu, 13 September 2017 | 20:36 WIB

Surabaya - Untuk mengantisipasi peningkatan pesat permintaan listrik di Pulau Madura sekaligus menjaga pasokan listrik berkualitas, PT PLN membangun saluran kabel tegangan tinggi (SKTT) bawah tanah 150 kilo Volt (kV).

Kabel listrik ini membentang sepanjang 8,5 kilometer sirkit (kms) dari Kedinding, Surabaya hingga tower di ujung jembatan Suramadu sisi Madura yang selanjutnya terhubung dengan jaringan transmisi 150 kV sebanyak 35 Tower menuju ke gardu induk (GI) Bangkalan, Madura, menurut keterangan pers perusahaan yang diterima redaksi.

Proyek tersebut mulai dikerjakan Rabu (13/9), dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf di Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, dekat gerbang tol Suramadu sisi Madura.

Proyek kabel bawah tanah yang dibangun terdiri dari dua sirkit yakni sirkit 3 dan 4, bernilai Rp 300 miliar dan diharapkan selesai pada Juni tahun 2018.

Kebutuhan listrik di Madura saat ini sebesar 140 MW yang dipasok oleh kabel bawah tanah sirkit 1 dan 2 dengan kemampuan sebesar 200 MW.

Untuk mengantisipasi pertumbuhan beban dan menjaga keandalan sistem di pulau Madura, pembangunan sirkit 3 dan 4 menjadi salah satu solusi di samping rencana PLN membangun pembangkit di Madura.

Selain proyek kabel bawah tanah, pada kesempatan yang sama juga diresmikan beroperasinya gardu induk yang tersebar di Jawa Timur yakni GI Altaprima , GI Bambe, GIS Gunungsari, GI Jatigedong, GI Kraksaan, GI Gilitimur, dan GI Karangpilang.

"Proyek kabel bawah tanah dan Gardu Induk tersebar di Jawa Timur ini adalah bagian program 35.000 Megawatt yang sudah dicanangkan pemerintah pusat sebagai bentuk kerja nyata jajaran PLN untuk menerangi negeri," kata Direktur PLN Regional Jawa Bagian Timur Bali dan Nusa Tenggara Djoko Rahardjo Abumanan seperit dikutip dalam siaran pers tersebut.

Djoko berharap dengan ketersediaan listrik yang cukup diharapkan dapat menarik minat para investor untuk membuka industri di Pulau Madura sehingga meningkatkan perekonomian dan taraf hidup masyarakat Madura.

“Selain itu juga untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Pulau Madura yang saat ini masih rendah yaitu 66% dibandingkan dengan rata-rata Nasional sebesar kurang lebih 91%,” pungkas Djoko.

Saifullah, atau akrab disapa Gus Ipul, mengatakan masih ada kesenjangan antar kecamatan dan kelurahan, desa dan kota, juga pulau dan daratan.

"Data statistik menunjukkan, kemiskinan di Pulau Madura masih tinggi. Listrik ini akan mempercepat perbaikan kesejahteraan masyarakat Madura," ungkapnya.

Meski demikian Gus Ipul memastikan bahwa untuk saat ini pasokan listrik di Jawa Timur pada dasarnya masih lebih dari cukup.

"Tetapi, pasokan ke Madura masih sangat terbatas. Maka pembangunan SKTT ini penting untuk memperkuat keandalan," pungkasnya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT