Bandara Kertajati Bukti Cinta Jokowi pada Warga Jabar

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) berbincang dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (kiri) saat meninjau pembangunan Bandara Internasional Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, 24 Februari 2017. (Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Oleh: Thresa Sandra Desfika / HA | Kamis, 14 September 2017 | 05:37 WIB

Jakarta - Atensi besar yang ditunjukkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pembangunan Bandara Internasional Kertajati membuktikan rasa kadeudeuh (sayang) Presiden kepada masyarakat Jawa Barat, di tengah perdebatan soal kehadiran bandara tersebut.

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Agus Santoso, Presiden Jokowi punya pertimbangan jauh ke depan mengenai bandara di Majalengka ini, ketika sejumlah pihak meributkan lokasi Kertajati yang hanya sekitar 200 km dari Bandara Soekarno Hatta.

Pasalnya, dengan jarak tak terlalu jauh dari Bandara Soekarno Hatta, kemungkinannya kecil pengguna yang biasa ke Soekarno Hatta akan sukarela dibagi ke Kertajati.

Agus menilai, sebagai mantan pengusaha, visi bisnis Presiden Jokowi sangat tajam sehingga bisa memanfaatkan peluang yang ada ketika yang lain tidak memikirkannya. Presiden Jokowi berpikir praktis dengan membagi fungsi antara Kertajati dan Bandara Soekarno Hatta.

Bagi penduduk di timur Jakarta bisa memanfaatkan Kertajati sehingga tidak perlu menerobos kemacetan Jakarta bila ingin ke bandara, kata Agus.

Selain itu, dengan adanya Kertajati, masyarakat tidak perlu berdesakan di Bandara Soekarno Hatta saat musim liburan.

"Presiden Jokowi tercatat dua kali menengok perkembangan Bandara Kertajati selama pemerintahannya. Presiden menginstruksikan untuk percepatan penyelesaian Bandara Kertajati," kata Agus dalam keterangan tertulis, Rabu (13/9).

Embarkasi Haji
Kelebihan utama Bandara Kertajati adalah kemampuannya menampung pesawat jet berbadan lebar sehingga embarkasi haji Jawa Barat bisa ditampung di Kertajati, menggantikan Bandara Halim Perdanakusumah maupun Soekarno Hatta.

"Bandara Kertajati akan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2018. Bandara yang berlokasi di Kabupaten Majalengka ini setelah beroperasi akan dapat mengurangi kepadatan arus penumpang di Bandara Soekarno Hatta," ungkap Agus.

Demi memberikan kemudahan para jamaah haji Jawa Barat, Agus menjelaskan bahwa Presiden telah memerintahkan Kementerian Perhubungan untuk memperpanjang landasan Bandara Kertajati dari 2.500 m yang telah dirampungkan tahun 2017 menjadi 3.000 m X 60 m pada 2018.

Dengan dimensi runway tersebut, pesawat penumpang terbesar di dunia Airbus A380 bisa mendarat di Kertajati. Pesawat dua lantai ini bisa menampung 850 penumpang.

"Luas terminal Kertajati didesain 96.000 m2 sehingga sanggup menampung sampai 10 juta orang per tahun. Bandara Kertajati sanggup menekan kepadatan Soekarno Hatta dan memberikan kemudahan dalam ibadah haji dan Umrah bagi masyarakat Jawa Barat. Inilah salah satu bukti rasa kadeudeuh Presiden Joko Widodo kepada masyarakat Jawa Barat," kata Agus.

Percepatan pembangunan bandara baru ini dilakukan dengan kesepakatan kerja sama investasi dan operasi Bandara Kertajati yang ditandatangani di Kantor Kementerian Bidang Kemaritiman Jakarta pada Selasa (12/9) lalu.

Ada empat pihak yang bersepakat untuk kerja sama, yakni Pemerintah Provinsi Jawa Barat, PT Jasa Sarana, PT Danareksa Investment Management, dan PT Angkasa Pura II.




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT