Presiden: Target Jalan Tol 1.000 km, Realisasi 1.850 km

Presiden Joko Widodo dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memeriksa ruas jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi dan jalan tol Medan-Binjai, Deli Serdang, 13 Oktober 2017. (Kementerian PUPR)

Oleh: Heru Andriyanto / HA | Selasa, 24 Oktober 2017 | 04:24 WIB

Jakarta - Presiden Joko Widodo memastikan bahwa proyek-proyek infrastruktur yang sedang digarap masih dalam jalurnya dan sesuai target, bahkan ada yang nantinya akan jauh melebihi target.

Dalam wawancara dengan Pemimpin Redaksi Beritasatu News Channel Claudius Boekan, Presiden secara khusus menyebutkan proyek jalan tol yang pembangunannya berlangsung jauh melebihi target.

"Saya kira masih sesuai dengan target yang telah kita berikan dan justru kayak jalan tol saya memperkirakan 2019 itu melampaui. Target kita kan 1.000 (kilometer), bisa 1.850 hitungan kita," kata Presiden dalam wawancara yang ditayangkan Senin (23/10) malam.

Di sisi lain, target pembangunan pembangkit listrik dengan kapasitas 35.000 megawatt terbukti cukup berat dan Presiden belum bisa memastikan apakah pada akhir masa jabatannya sekarang akan terealisasi.

"Kita harapkan, 2019 akan kita lihat apakah bisa mencapai angka itu atau tidak. Tapi tetap targetnya 35.000 megawatt," tegas Presiden.

Dalam kesempatan tersebut Presiden juga mengimbau masyarakat agar tidak terlalu khawatir bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan dihabiskan untuk proyek-proyek infrastruktur.

"Infrastruktur itu hanya kurang dari 20% penggunaan APBN, yang 80% itu kita serahkan pada swasta. Kalau swasta nggak mau, BUMN," jelas Presiden.

Apabila kemudian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut tidak sanggup secara finansial, barulah digunakan APBN, tambahnya.

"Cara kita seperti itu. APBN itu nggak ada 20%, jangan keliru," kata Presiden sambil tertawa.

Simak wawancara lebih jauh dalam video berikut:




Sumber: BeritaSatu TV
ARTIKEL TERKAIT