Masuk Era Mobil-Motor Listrik, Perlu Tambah Daya

Menteri ESDM RI Ignasius Jonan Dan Wamen ESDM Arcandra Tahar mencoba mengendarai motor listrik di parkiran Kementerian ESDM, Jakarta, Senin, 30 Oktober 2017. Kehadiran motor listrik di Indonesia sebagai bentuk kemandirian energi. Jika dibandingkan dengan motor berbahan bakar minyak (BBM), motor listrik jauh lebih efisien. Dengan waktu pengisian baterai selama 3 jam Jonan memperkirakan dibutuhkan biaya sekitar Rp 2.900 dan bisa melaju hingga 70 km. (BeritaSatu Photo / Emral)

Oleh: Heru Andriyanto / HA | Sabtu, 18 November 2017 | 05:00 WIB

Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengatakan imbauan untuk meningkatkan daya listrik rumah tangga adalah bagian dari misi perusahaan untuk mengantarkan masyarakat Indonesia masuk era modern seiring kemajuan teknologi yang makin pesat dan kesadaran lingkungan yang makin meningkat.

Salah satu teknologi yang diperkirakan akan mendominasi sektor transportasi di masa depan adalah kendaraan listrik, yang lebih efisien dan ramah lingkungan karena tanpa emisi.

"PLN kan gencar mendorong masyarakat untuk beralih ke mobil dan sepeda motor listrik, karena itu instalasi listrik di rumah juga harus memadai," kata Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto dalam perbincangan dengan wartawan belum lama ini.

Sebagai bagian dari kampanye penggunaan kendaraan listrik, PLN sudah menerapkan pemakaian sepeda motor listrik bagi para petugas lapangannya.

Saat ini PLN bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memang tengah menggodok rencana untuk menyederhanakan golongan pelanggan listrik, di mana rumah tangga dengan kapasitas listrik 1.300 volt ampere akan diimbau untuk menaikkan daya ke 5.500 VA.

Imbauan ini disertai janji insentif berupa pembebasan biaya naik daya dan pengenaan tarif per KwH serta biaya abunemen yang sama seperti ketika belum naik daya.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andy Sommeng mengatakan kendaraan listrik akan membantu penghematan energi primer seperti batubara dan minyak bumi.

"Energi primer kalau bisa digunakan untuk menghasilkan listrik saja, jangan untuk transportasi. Kalau untuk kendaraan, sebaiknya memakai tenaga listrik," kata Andy.

Saat ini hampir semua produsen kendaraan terkemuka di dunia telah memiliki varian mobil listrik, namun pasar kendaraan listrik di Indonesia masih sangat minim karena daya dukung infrastruktur yang kurang memadai untuk isi ulang baterei kendaraan baik di rumah maupun di tempat umum.

Di samping itu kendaraan listrik relatif masih jauh lebih mahal dibandingan kendaraan bermesin konvensional.

Sepeda motor listrik milik PLN sedang mengisi daya.

Pasokan Lebih dari Cukup
Sarwono mengatakan pemerintah berani menggulirkan program naik daya ke 5.500 VA karena pasokan listrik nasional dinilai sudah lebih dari cukup.

"Dahulu kebijakan pembatasan dilakukan karena keterbatasan pasokan dari PLN," ujarnya.

Sarwono menambahkan bahwa kemajuan ekonomi suatu negara salah satunya diukur lewat konsumsi listrik. Semakin tinggi konsumsi listrik per kapita, semakin maju negara tersebut.

Meskipun kapasitas terpasang pasokan listrik di Indonesia nomor dua di ASEAN, namun tingkat konsumsi listrik per kapita hanya berada di urutan kelima setelah Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam, kata Sarwono.

Sekarang ini menurut data PLN tidak ada lagi defisit pasokan di sistem besar seluruh Indonesia. Hanya sebagian kecil saja yang masih mengalami defisit pasokan.

Kapasitas terpasang Jawa-Bali sekitar 35.000 Megawatt, sementara pemakaian baru 25.000 MW sehingga terdapat cadangan yang mencukupi.

"Jawa Timur memiliki cadangan terbesar (di Jawa), mencapai 40 persen, sehingga sering digunakan untuk area barat. Cadangan di Nias bahkan 100 persen," kata Direktur Utama PLN Sofyan Basir.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT